top of page

Riwayat Jackson Record

Jackson Arief pernah bekerja di toko kaset kemudian menjadi produser film. Akhirnya, dia sukses merekam lagu-lagu populer.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suzzanna, Ebiet G. Ade, Kiki Maria (anak Suzzanna), dan Jackson Arief. (Ig @kikimariaofficial).

3 Mei 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 3 Mei

SETELAH peristiwa G30S, sekolahnya terbengkalai. Dia hanya duduk sampai tahun pertama SMA. Sebelumnya, dia belajar di SD Chung San dan SMP Sin Wen. Dia lalu bekerja di sebuah toko kaset. Dari sana dia lalu mengenal bermacam-macam musik.


“Lama-lama saya jadi tertarik,” aku Thung Hay Tung, yang belakangan dikenal sebagai Jackson Arief, dalam Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia.


Bermula dari pembantu di toko kaset, Jackson kemudian menjadi pedagang alat elektronik dan lampu disko.


Sekitar tahun 1976, Jackson sudah jadi produser film. Dia pernah bekerjasama dengan Sjamsuddin Sjafi’i dalam memproduksi film-film Rhoma Irama. Pada tahun-tahun itu, Rhoma Irama sudah mulai dikenal sebagai “Raja Dangdut” bersama band Soneta yang dipimpinnya. Rhoma dan Soneta sohor setelah rekaman di Yukawi Record yang dikelola Nomo Koeswoyo.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page