- 3 Mei 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 3 Mei
SETELAH peristiwa G30S, sekolahnya terbengkalai. Dia hanya duduk sampai tahun pertama SMA. Sebelumnya, dia belajar di SD Chung San dan SMP Sin Wen. Dia lalu bekerja di sebuah toko kaset. Dari sana dia lalu mengenal bermacam-macam musik.
“Lama-lama saya jadi tertarik,” aku Thung Hay Tung, yang belakangan dikenal sebagai Jackson Arief, dalam Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia.
Bermula dari pembantu di toko kaset, Jackson kemudian menjadi pedagang alat elektronik dan lampu disko.
Sekitar tahun 1976, Jackson sudah jadi produser film. Dia pernah bekerjasama dengan Sjamsuddin Sjafi’i dalam memproduksi film-film Rhoma Irama. Pada tahun-tahun itu, Rhoma Irama sudah mulai dikenal sebagai “Raja Dangdut” bersama band Soneta yang dipimpinnya. Rhoma dan Soneta sohor setelah rekaman di Yukawi Record yang dikelola Nomo Koeswoyo.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















