- 14 Jun 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 27 Apr
KENDATI beberapa tahun lalu pengamat politik Syamsuddin Haris pernah berkomentar keras soal fenomena artis atau selebritis yang menjadi caleg, bahkan anggota legislatif sebagai kegagalan kaderisasi dalam partai politik, Pemilu 2024 tampaknya masih akan diwarnai banyaknya artis dan selebritis. Sejumlah partai masih menggunakan jasa mereka untuk meraup suara.
Di masa lalu, penggunaan artis juga sudah ada meski artis yang benar-benar jadi wakil rakyat baru terjadi pada Pemilu 1992. Sebelumnya, penggunaan artis hanya sebatas untuk kampanye. Raja dangdut Rhoma Irama pernah dijadikan andalan PPP dalam kampanye-kampanyenya.
Rhoma Irama dan Soneta grupnya awalnya kerap dipandang sebelah mata. Musik dangdut yang diusung Soneta dicap kampungan. Meski begitu, Rhoma dan Soneta punya massa penggemar cukup besar. Musik dangdut yang diusung Rhoma Irama tak hanya kaya pengaruh India saja, tapi terdapat pula pengaruh musik rock di dalamnya. Permainan gitar Rhoma kental pengaruh dari permainan gitaris Deep Purple Ritchie Blackmore.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















