top of page

Santunan yang Tak Santun

Tak mau menanggung sendiri, pemerintah Jepang ajak warganya menyantuni korban kekerasan seksual tentaranya pada masa perang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Aksi menentang pernyataan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Jakarta, 2006. (Dok. Eka Hindra).

8 Jul 2023
6 menit membaca

Diperbarui: 21 Mei

HALAMAN Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budhi Dharma di Bekasi terasa teduh dan asri. Tamannya luas dengan beragam tanaman yang tertata rapi. Di dekat taman, berdiri beberapa wisma. Tak ada aktivitas para penghuni panti. Siang itu jam istirahat. Mereka diam di kamar, mengobrol, atau tidur. Hanya terlihat beberapa perawat lagi bersantai sambil membaca koran di beranda panti. 


Di salah satu wisma bernama Sakura keadaan agak ramai. Beberapa pekerja sibuk melakukan pekerjaan renovasi. Wisma itu terdiri dari tujuh kamar. Tampilannya berbeda dari wisma lainnya. Lebih menyerupai rumah petak ketimbang wisma. Di depan kamarnya terdapat kursi yang bertuliskan “Bantuan AWF”. Dulu, wisma ini dipakai korban ianfu. “Waktu saya masuk tahun 2006, saya dan beberapa teman pernah merawat seorang ianfu,” kenang Faisal, 40 tahun. “Kami memanggilnya Mami.” 


Menurut Faisal, Mami sempat cerita mengenai deritanya sebagai ianfu. Umur Mami baru 14 tahun ketika dia dipaksa menjadi pemuas nafsu tentara Jepang. Waktu itu dia sedang main di luar rumah. Tiba-tiba tentara Jepang datang dan mengambilnya secara paksa. Ayahnya tak bisa berbuat apa-apa dan pasrah. Faisal bilang tak lama merawat Mami. “Mami kemudian dirawat rekan saya. Dia meninggal tak lama setelah saya menyelesaikan masa orientasi,” ujar Faisal. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
transparant.png
bottom of page