- 5 Sep 2017
- 3 menit membaca
Diperbarui: 17 Agu
KEJAHATAN kemanusiaan terhadap etnis Rohingya di Myanmar mengundang simpati dari berbagai pihak. Di Indonesia, elite sampai akar rumput ramai-ramai mengutuk perbuatan keji itu.
Di dunia maya, solidaritas begitu tinggi. Unggahan berita terkait Rohingya bertebaran di berbagai laman, disebarkan melalui sosial media hingga grup WhatsApp. Kontan berita itu menyulut emosi para pembaca. Namun, warga net masih banyak yang meyakini dan menyebarkan berita hoax terkait Rohingya. Salah satu yang terkenal yaitu foto seorang pemuda yang tubuhnya terbakar. Berita-berita hoax menyebut pemuda itu Muslim Rohingya yang dibakar hidup-hidup. Padahal, pemuda itu merupakan aktivis Tibet bernama Jamphel Yesh yang membakar diri saat demonstrasi menentang kedatangan Presiden RRC Hu Jintao.
Berita dari Burma (kini Myanmar) yang juga disangsikan kebenarannya pernah terjadi di masa lalu dan hingga kini masih dipercaya banyak orang yaitu tentang ratusan serdadu Jepang yang dimangsa buaya muara. Berita itu bermula dari kisah naturalis Bruce Stanley Wright dalam bukunya, Wildlife Sketches: Near and Far.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















