top of page

Sersan Mayor Tentara Kolonial Jadi Presiden

Mobutu Sese Seko, pelajar dan bintara cerdas yang menjalin hubungan dengan CIA lalu menjadi presiden.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mobutu Sese Seko berkunjung ke Israel, 1963. (National Library of Israel/Wikimedia Commons).

  • 26 Feb
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 9 Apr

ADA kemiripan antara Joseph-Désiré Mobutu, yang populer sebagai Mobutu Sese Seko, dengan Soeharto. Keduanya sama-sama cerdas dan berkuasa selama 32 tahun. Keduanya juga sama-sama pernah menjadi sersan tentara kolonial di negeri masing-masing. Soeharto di tentara kolonial Hindia Belanda Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL), sementara Mobutu di tentara kolonial Belgia di Kongo, Force Publique (FP).

 

Namun, Soeharto dikenal pendiam dan tidak suka membuat perkara di masa muda. Dia masuk tentara karena perkara menyambung hidup. Sementara, Mobutu adalah siswa cerdas di Ecole Moyenne Mbandaka. Dia hobi membaca. Tak hanya suratkabar, buku-buku “berat” juga dibaca Mobutu. Penulis kesukaannya adalah Jenderal Charles De Gaulle dari Perancis, Perdana Menteri Inggris Winston Churchill dan Nicollo Machiavelli dari Italia yang menulis The Prince. Jadi Mobutu muda lebih intelek daripada Soeharto muda.

 

“Dia rajin membaca dan terkesan dengan apa yang dibacanya,” catat Dave Renton dkk. dalam The Congo  Plunder and Resistance.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
bg-gray.jpg
Pernah populer sebagai pohon peneduh bersama asam jawa dan flamboyan. Kini, tanaman ini menjadi salah satu pohon yang paling populer untuk aktivitas penghijauan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berduka secara beruntun. Kehilangan orang dekat dalam waktu singkat.
bg-gray.jpg
Penyebaran pamflet provokatif oleh Front Pemuda Sunda bikin geger. Parlemen sampai memanggil perdana menteri. Ketidakadilan jadi pangkalnya.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Layar bioskop dihujani lesatan panah dan tombak, desingan pedang dan peluru, serta ledakan bom. Menegangkan.
Layar bioskop dihujani lesatan panah dan tombak, desingan pedang dan peluru, serta ledakan bom. Menegangkan.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Kapan dan Bagaimana asal-usul julukan Tim Garuda? Begini kisahnya.
Kapan dan Bagaimana asal-usul julukan Tim Garuda? Begini kisahnya.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Upaya menciptakan kondisi kerja yang adil gender masih diperjuangkan sampai sekarang.
Upaya menciptakan kondisi kerja yang adil gender masih diperjuangkan sampai sekarang.
transparant.png
bottom of page