Diperbarui: 12 Agu
SUATU hari di bulan Maret 1971. Mayor Z.A. Maulani bersama rekannya dari KKo-AL, Mayor Suharmo Haryanto bertamu ke KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Pakistan. Saat akan memasuki pintu gerbang kedutaan, mereka berdua disambut dengan penghormatan “jaga jajar” dari para satpam KBRI.
Begitu turun dari mobil, betapa terkejutnya kedua perwira itu saat melihat di saku kiri kameja para petugas satpam tersebut terpasang Bintang Gerilya. Itu nama medali penghargaan bagi seorang tentara Indonesia yang pernah terlibat aktif dalam Perang Kemerdekaan (1945-1949).
“Setelah memberi salut secara sempurna kepada mereka, sebagai tanda hormat kepada senior, saya tidak dapat menahan diri untuk bertanya tentang Bintang Gerilya yang mereka kenakan,”ujar Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara era Presiden B.J. Habibie itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















