top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sugar Technology from China

The Chinese contributed to the development of the sugar industry in Indonesia. The simple technology used by them still exists in several regions.

Oleh :
24 Feb 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Kemanglen Sugar Factory in Tegal, Central Java, 1870–1875. Lithograph based on a painting by Abraham Salm. (Wikimedia Commons)

  • 25 Feb 2025
  • 7 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

IN pursuit of a better life, a carpenter left Banten, which was at war with the Dutch East India Company (VOC). Batavia, under VOC rule, offered more promise. He quickly became involved in the construction of the city of Batavia. Thanks to his good relationship with the VOC, he enjoyed many advantages in his various ventures. One of these was the cultivation of sugar cane and the establishment of a sugar factory.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page