top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Supersemar Supersamar

Peristiwa penting yang menandai pengambilalihan kekuasaan Sukarno oleh Soeharto. Supersemar masih diselubungi kontroversi.

Oleh :
16 Mar 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Presiden Sukarno mengumumkan susunan Kabinet Dwikora yang Disempurnakan pada 26 Juli 1966 di Jakarta. (gahetna.nl).

SUPERSEMAR atau Surat Perintah 11 Maret 1966 telah berusia lebih dari setengah abad. Namun, ia masih diselubungi kontroversi. Ada tiga kontroversi di seputar Supersemar: proses mendapatkan surat itu, interpretasi perintah dalam surat itu, dan naskah surat itu sendiri.  


Proses pembuatan Supersemar diyakini dengan paksaan karena sebelum tiga jenderal, terlebih dahulu dikirim dua pengusaha untuk membujuk Sukarno menyerahkan kekuasaan kepada Letjen TNI Soeharto. Artinya, ada upaya aktif untuk meminta Sukarno menyerahkan kewenangannya kepada Soeharto. 



Soeharto sebagai penerima Supersemar tidak menjalankan apa yang diperintahkan dalam Supersemar. Dengan Supersemar, dia membubarkan PKI. Supersemar ditafsirkan sebagai pelimpahan kekuasaan, yang kemudian dibantah oleh Sukarno.  


Terakhir, naskah Supersemar yang otentik hingga kini belum ditemukan. Arsip Nasional Republik Indonesia menyimpan tiga versi Supersemar. Semuanya bukan yang otentik. Belum ditemukan Supersemar yang otentik tidak mengurangi kelengkapan narasi sejarah tentang pergantian kekuasaan tahun 1965/1966. 


Berikut ini laporan khusus Supersemar: 













Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page