top of page

Tafsiran dan Ejekan Lambang Partai

Satu partai menafsirkan hal-hal baik pada lambangnya, partai lain mengejeknya. Jadinya: joke politik.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 18 Feb 2014
  • 3 menit membaca

PEMILIHAN umum pertama tahun 1955 dianggap paling demokratis. Meski demikian persaingan untuk meraih pemilih sangat keras. Selain mengajak orang untuk memilih partainya dengan berbagai alasan, para juru kampanye, terutama dari partai-partai besar, tak segan menyerang partai lain dengan cara mengejek dan menjelek-jelekkan lambang partai.


Partai-partai dikenal melalui simbol mereka yang terpampang di poster, papan iklan, dan baliho: Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan palu dan arit, Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan banteng di dalam segitiga, Masyumi dengan bulan sabit dan bintang, dan Nahdlatul Ulama (NU) dengan bola bumi yang dikelilingi tali dan sembilan bintang.


Menurut sejarawan MC. Ricklefs, berbagai poster, papan, dan baliho suatu partai tidak jarang diturunkan lawan-lawannya. “Hal tersebut juga menginspirasi klaim, klaim-balik, serta lelucon-lelucon politik yang mudah dimengerti oleh mereka yang buta huruf sekalipun,” tulis Ricklefs dalam Mengislamkan Jawa.


Partai-partai, menurut Herbert Feith dalam Pemilihan Umum 1955 di Indonesia, membuat tafsiran-tafsiran atas lambang partai mengingat betapa pentingnya tanda gambar sebagai alat untuk menciptakan ikatan yang efektif dengan partai.


Juru kampanye PNI berbicara tentang ciri-ciri banteng yang telah lama menjadi lambang kaum nasionalis. Rakyat Indonesia, kata mereka, seperti banteng, sabar dan tidak cepat marah, tetapi sekali marah akan mengamuk tanpa ampun.


Juru kampanye NU punya banyak tafsiran tentang lambang gambar mereka. Menurut mereka, tali melambangkan Islam; sembilan bintang adalah walisongo, sembilan wali yang menjadi tokoh kunci penyebaran Islam; dan bumi atau dunia sebagai tempat manusia tinggal bentuknya bulat karenanya harus diikat agar tidak bergoncang, sehingga mereka seharusnya memilih gambar bumi dengan tali yang terikat di seputarnya.


“Atau, bahwa simbol NU bukanlah ciptaan manusia, melainkan diterima sebagai semacam wahyu ilahi,” tulis Ricklefs.


Semboyan PKI yang paling sederhana: “PNI partai priayi, Masyumi dan NU partai santri, tetapi PKI partai rakyat.” Juru kampanye PKI mendorong para pemilih miskin untuk mencoblos palu dan arit karena “mereka berharap untuk mencoblos (yaitu membajak) tanah pertanian,” tulis Ricklefs. PKI menekankan pegangan para petani seharusnya “palu dan arit” dan bukan “lintang rembulan” (bintang bulan, Masyumi) atau gambar “jagat lintang sanga” (bumi dengan sembilan bintang, NU), karena petani bekerja dengan arit.


Sedangkan Masyumi mengajak mencoblos lambang bulan sabit dan bintang, sebab dua benda itulah yang memberi terang semua umat Islam.


Di pihak lain, menurut Feith, adalah biasa bagi sebuah partai menyerang partai lain dengan memburuk-burukkan tanda gambar partai lawannya. Di daerah-daerah tertentu di Jawa, Masyumi diserang atas dasar takhayul bahwa bulan dan bintang lambang kejahatan.


Sebaliknya, Masyumi menyerang PKI sebagai partai kafir, siapa yang ikut bisa menjadi kafir. Masyumi juga mengejek kiai yang bergandengan tangan dengan PKI. “Kiai sing nganten iku yen dicukur sirahe, terus diwenehi jeruk pecel, mesti medal gambare palu arit (Kiai semacam itu apabila dicukur kepalanya, kemudian diberi jeruk pecel, pasti akan keluar gambar di kepalanya palu arit),” tulis Achmad Zainal Huda dalam Mutiara Pesantren: Perjalanan Khidmah KH Bisri Mustofa.


Masyumi tidak hanya menyerang musuh bebuyutannya, PKI, tetapi juga menyerang partai Islam lain, NU dan Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). “Masing-masing dengan lambang yang mengandung huruf Arab, menjadi bulan-bulanan serangan juru kampanye Masyumi yang mengatakan huruf Arab itu suci dan menusuknya berarti menodainya,” tulis Feith.


NU mengutip sebuah mitos dari buku kuno bahwa nanti akan ada ratu kembar berebut untuk menjadi ratu. Tak ada yang mampu menjadi ratu kecuali ratu yang tidak ada bayang-bayangnya. Siapa? Kerbau, sapi (maksudnya PNI), ada bayangnya. Linggis, pisau, bendo, palu dan arit (PKI), semua memiliki bayangan. Bintang (Masyumi), matahari, rembulan semua ada bayangannya. “Yang tidak memiliki bayangan hanya satu, yaitu jagad (bumi, lambang NU, red),” tulis Zainal Huda.


PNI yang dengan tegas menyatakan diri sebagai Partai Sukarno, menyerang PKI sekaligus partai-partai Islam: “Saudara jangan mau dibawa ke Arab, dan jangan mau diajak ke Rusia. PNI adalah partai Bung Karno. Belum ada partai-partai lain yang berjuang, PNI telah memperjuangkan kemerdekaan.”


Menghubungkan Islam dengan sesuatu dari Arab juga jadi bahan kampanye PKI. Ketika kampanye di Lapangan Banteng Jakarta, menurut Alwi Shihab dalam Betawi: Queen of The East, seorang pembicara PKI mengatakan, “Saudara-saudara jangan memilih partai Islam karena nantinya Lapangan Banteng diubah menjadi Lapangan Onta.”


“Tentu saja ini merupakan joke politik guna menggembosi partai lain,” tulis Alwi Shahab.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sederet jabatan diemban Sudiro sejak Indonesia merdeka. Di Dewan Konstituante, Sudiro sudah menyuarakan isu HAM.
bg-gray.jpg
Sejak awal menjadi pejabat, Sudiro ditempatkan di daerah konflik. Dimulai dari Surakarta, berakhir di Sulawesi yang penuh pergolakan.
bg-gray.jpg
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
bg-gray.jpg
Sudiro berjuang melalui pendidikan dan partai politik, membuatnya masuk daftar hitam. Pengikut Sukarno ini dipenjara hingga sempat tak bisa berbicara.
Berbisnis sejak jadi tentara, M.F. Lichtendahl kerap tersangkut tindakan ilegal.
Berbisnis sejak jadi tentara, M.F. Lichtendahl kerap tersangkut tindakan ilegal.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
transparant.png
bottom of page