top of page

Tarian Perang Pangeran Sambernyawa

Di saat perang, tari dan iringan musik bergema. Tiga perang besarnya diabadikan dalam bentuk tari bedaya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tari Bedhaya Diradameta. (Koleksi Wishnu Sudarmadji).

5 Feb 2023
5 menit membaca

RADEN Mas (RM) Said dan pasukannya bergerak menghindari kejaran pasukan gabungan Kompeni. Semangat mereka meredup. Mereka lalu beristirahat di Nganjuk, selatan Taji. Gending dimainkan. Sinden beraksi. Pertunjukan tari bedaya, yang sudah hadir di lingkungan istana sejak masa Hindu, dimulai. Para prajurit bersorak-sorai bak merayakan kemenangan. Selain menghibur, RM Said ingin meningkatkan rasa percaya diri pasukannya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page