top of page

Terpaksa Mengungsi karena Gunung Berapi

Letusan gunung berapi telah memaksa orang-orang dari peradaban kuno meninggalkan kota tempat tinggalnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Situs Kota Berenike. (S.E. Sidebotham/cambridge.org).

22 Mar 2021
3 menit membaca

Kota Berenike di pantai Laut Merah didirikan antara 275 dan 260 SM. Penduduknya meninggalkan kota pesisir itu pada 220 hingga 200 SM, sebelum dihuni kembali selama berabad-abad kemudian. Kekeringan parah memaksa mereka mencari tempat tinggal baru.


Marek A. Wozniak, arkeolog dari Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia Institut Kebudayaan Mediterania dan Oriental, dan James A. Harrell, profesor emeritus dari Departemen Ilmu Lingkungan Universitas Toledo, Amerika Serikat, mendapatkan bukti setelah mengekskavasi situs Berenike pada 2004. Hasil penelitiannya, “When the well runs dry: climatic instability and the abandonment of early Hellenistic Berenike”, terbit di laman Cambridge University Press, Jumat (19/03).


“Bukti menunjukkan, penduduk pindah pada akhir abad ke-3 SM mungkin karena kekeringan selama beberapa tahun dan membuat sumber air tawar kota itu mengering,” tulis Wozniak dan Harrell.


Mereka menemukan sisa-sisa gerbang dan menara di dinding benteng. Di bawah lantai sebuah gedung, mereka menemukan sumur yang masih menyimpan air sampai sekarang. Sumur ini mengering antara 220 dan 200 SM, lalu terisi pasir yang tertiup angin. Pasir ini terawetkan di dalam sumur. 


Di dalam sumur ditemukan dua koin perunggu dari dekade sebelum 199 SM. Sementara di tempat lain di benteng, hanya ditemukan sedikit artefak dari masa itu. Ini menunjukkan Berenike sudah ditinggalkan penduduknya.


“Pasti terjadi kekeringan selama beberapa tahun yang membuat sumur mengering,” tulis Wozniak dan Harrell. Mereka memperkirakan kekeringan itu dipicu oleh letusan gunung berapi pada 209 SM.


Penelitian Jennifer Marlon dari Universitas Yale yang dipublikasikan di jurnal Nature pada 2017, menemukan bahwa pada 209 SM, letusan gunung berapi melepaskan banyak aerosol sulfat ke atmosfer bumi. Inilah yang menyebabkan curah hujan turun pada musim panas di atas hulu Sungai Nil. Akibatnya, sungai itu kekeringan yang berbuntut pada pemberontakan penduduk yang kelaparan pada 207–186 SM di Mesir Hulu.


Namun, belum jelas gunung berapi mana yang meletus. Wozniak dan Harrell menyebut empat kemungkinan, yaitu Gunung Popocatepetl di Meksiko, Pelee di pulau Martinique di Lesser Antilles, Tsurumi dan Hakusan di Jepang.


Kendati demikian, penggalian di Berenike tidak hanya mengungkap keberadaan kota era Helenistik pertama di pantai Afrika Timur, melainkan juga berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik mengenai efek bencana alam pada masyarakat kuno.


Peta wilayah Berenike oleh James A. Harrell menggunakan foto satelit dari Google Earth (cambridge.org).
Peta wilayah Berenike oleh James A. Harrell menggunakan foto satelit dari Google Earth (cambridge.org).

Pusat Kerajaan Mataram Kuno Pindah


Peristiwa serupa terjadi di Jawa. Peninggalan candi di Yogyakarta, seperti Candi Sambisari, Candi Kedulan, Candi Kimpulan, dan Candi Losari, ditemukan terkubur material muntahan Gunung Merapi.


Asumsi lama menyebutkan letusan besar Gunung Merapi pada 1006 menyebabkan Kerajaan Mataram Kuno pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Pendapat ini dikemukakan geolog Belanda, Reinout Willem van Bemmelen dan D.H. Labberton.


Mereka menduga penyebab runtuhnya Mataram Kuno adalah letusan Merapi yang dipicu gempa tektonik. Gempa ini merusak sebagian Candi Borobudur dan Candi Mendut di Magelang, Jawa Tengah, yang dibangun pada abad ke-9. Sementara materi letusan menutup banyak bangunan candi di sekitarnya, termasuk menghancurkan Mataram Kuno.


Mereka mendasarkan pendapatnya pada Prasasti Kalkuta atau Prasasti Pucangan tahun 963 Saka (1041). Prasasti ini menyebutkan adanya bencana besar (pralaya) pada 928 Saka (1006). 


Pendapat mereka disanggah oleh epigraf Boechari dalam makalah “Some consideration of the problem of the shift of Mataram’s center of government from Central to East Java in the 10th Century A.D.”, yang termuat dalamMelacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti.


Boechari menyebutkan bahwa Mataram Kuno telah pindah ke Jawa Timur sejak 928. Mpu Sindok, penguasa Mataram Kuno,telah memerintah di Delta Brantas, wilayah Jawa Timur sekarang.


Pendapat Boechari dibuktikan Prasasti Anjukladang yang dibuat Mpu Sindok pada 937. Prasasti ini merupakan prasasti Mataram Kuno pertama setelah pindah ke Jawa Timur.


Dalam Prasasti Pucangan juga jelas disebutkan bahwa pralaya di Mataram Kuno pada 1016 disebabkan oleh serangan Raja Wurawari dari Lwaram pada zaman pemerintahan Raja Dharmawangsa Tguh (991–1016).


Supriati Dwi Andreastuti, peneliti Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian, Yogyakarta, dkk. dalam makalah “Menelusuri Kebenaran Letusan Gunung Merapi 1006”, Jurnal Geologi Indonesia, Vol. 1 No. 4 Desember 2006, menyebutkan bahwa catatan rinci yang menjelaskan letusan Gunung Merapi pada 1006 tidak ditemukan. Karenanya kebenaran letusan besar pada tahun itu diperdebatkan.


“Bukti-bukti ini menyimpulkan bahwa letusan besar Gunung Merapi pada 1006 tidak pernah terjadi,”tulis Supriati, dkk.


Supriati, dkk.menjelaskan dari penemuan endapan Selo tefra dan berdasarkan fakta bahwa Mpu Sindok memerintah pada 928/929–948, kemungkinan letusan Merapi cukup besar terjadi pada 765–911. Letusan ini yang mendorong penduduk Mataram Kuno mulai pindah ke Jawa Timur.


Selain intensitas letusan Merapi yang tinggi, perpindahan pusat kerajaanjuga untuk menghindariserangan Kerajaan Sriwijaya. Masyarakat Mataram Kunomemperhitungkan lokasi perdagangan yang lebih strategis di daerah Delta Brantas.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Abdul El-Sayed sukses jadi senator muslim pertama bermodalkan people power. Siapa dia sebenarnya?
Abdul El-Sayed sukses jadi senator muslim pertama bermodalkan people power. Siapa dia sebenarnya?
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Kejadian tidak menyenangkan dialami Pangeran George dari Inggris. Ia menjadi korban pencurian saat berkunjung ke Buenos Aires, Argentina.
Kejadian tidak menyenangkan dialami Pangeran George dari Inggris. Ia menjadi korban pencurian saat berkunjung ke Buenos Aires, Argentina.
transparant.png
bottom of page