top of page

Tjipto Mangoenkoesoemo, Dokter Antifasis

Tjipto Mangoenkoesoemo menentang kolonialisme, tetapi lebih mengkhawatirkan fasisme.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Duduk (ki-ka): Tjipto Mangoenkoesoemo, Douwes Dekker, Soewardi Soerjaningrat. Berdiri (ki-ka): F. Berding, G.L. Topi, J. Vermaesen, di Den Haag, Belanda, 1913. Foto: KITLV.

22 Mei 2014
2 menit membaca

Diperbarui: 4 Mar

NAMANYA dikenal luas karena diabadikan menjadi nama rumahsakit di Jakarta: Tjipto Mangoenkoesoemo. Di usia 13 tahun (lahir 1886), dia masuk Sekolah Dokter Pribumi (STOVIA). Setelah lulus tahun 1905, dia menjadi dokter pemerintah dan berhasil memerangi penyakit pes di Malang, Jawa Timur. Karena jasanya pemerintah kolonial Belanda memberinya penghargaan Willem Klas 3, namun dia tolak.


Tjipto kemudian mundur sebagai dokter pemerintah dan terjun berpolitik. Dalam rapat Pengurus Besar Boedi Oetomo di Yogyakarta 9 September 1909, dia gigih mengusulkan agar Boedi Oetomo menjadi organisasi politik yang memperjuangkan kebangsaan dan membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapapun yang ingin bergerak dalam politik kebangsaan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
 Kunto tahu cara mengelola uang lotre. Tanpa gaji bulanan pun dia bisa hidup.
Kunto tahu cara mengelola uang lotre. Tanpa gaji bulanan pun dia bisa hidup.
transparant.png
bottom of page