top of page

Ulama Tetap Berkarya di Tengah Wabah

Meski terkena wabah, para ulama ini tetap berkarya. Mencatat pengalamannya selama menghadapi wabah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Makam Ibnu Hajar al-Asqalani. (Youtube Pecinta Kota Tarem).

25 Apr 2020
2 menit membaca

Diperbarui: 12 Okt

DI BALIK nestapa karena wabah, para ulama berusaha menafsirkan penyebabnya berdasarkan pendekatan medis, teologi, atau magis. Bahkan, banyak ulama dan keluarganya juga terkena wabah. Namun, keadaan itu tak melemahkannya malah mereka mencatat pengalamannya dalam menghadapi wabah.


“Sebelum menemukan catatan wabah dalam kronik Tiongkok misalnya, Islam sudah melahirkan karya-karya tentang wabah karena sudah terjadi sejak masa Nabi Muhammad Saw.,” kata Oman Fathurahman, Guru Besar Filologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus staf ahli menteri agama, dalam seminar daring lewat aplikasi zoom bertema “Wabah dalam Lintasan Sejarah Umat Manusia”, yang diselenggarakan Museum Nasional pada Selasa, 21 April 2020.


Catatan tentang wabah itu di antaranya karangan penting dari sejarawan Arab, Ibnu al-Wardi (1291/1292–1348/1349). Sayangnya, karyanya sudah tak ditemukan lagi. “Saya beruntung menemukan karya filologi dari Palestina yang sudah menyuting naskah ini. Naskah ini bentuknya puisi,” kata Oman.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
Menghormati bendera bukan untuk memuliakannya tapi menghargai nilai kebangsaan di dalamnya.
Menghormati bendera bukan untuk memuliakannya tapi menghargai nilai kebangsaan di dalamnya.
transparant.png
bottom of page