- 4 Agu 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 7 hari yang lalu
PADA 1812, pecah perang Sepehi atau Sepoy antara Kesultanan Yogyakarta melawan Inggris. Dinamakan perang Sepehi atau Sepoy karena kala itu Inggris membawa bala tentara Sepoy dari India. Gabungan pasukan Inggris, Sepoy, dan Mangkunegaran itu berhasil menaklukkan benteng Keraton Yogyakarta. Sultan Hamengku Buwono II pun jatuh.
Usai geger Sepehi, Inggris menjarah keraton di selatan Jawa itu. Selama empat hari hilir mudik, peti-peti berisi harta benda dari keraton diangkut dengan gerobak. Nilainya melebihi 120 juta dolar AS di masa kini.
Hasil jarahan itu diangkut ke kepatihan. Dari manuskrip hingga barang berharga lainnya dibawa ke Rustenburg (keresidenan) lalu dibagikan ke perwira dan serdadu Inggris-India. "Di dalam keresidenan [jarahan] disortir semua," kata Peter Carey dalam Tur Sejarah "Jejak Inggris di Jawa 1811-1812”, di Yogyakarta, Rabu, 30 Agustus 2017.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















