top of page

Wajah Lain Gajah Mada

Pendapat lain wajah Gajah Mada selain versi Muhammad Yamin. Ia diarcakan sebagai Brajanata dan Bima.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Arca Brajanata sebagai perwujudan Gajah Mada. Namun, Museum Nasional menamainya Kertala (nomor inventaris 310d) dari Gunung Penanggungan. (Hendri F. Isnaeni/Historia).

11 Nov 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 2 Mei

SUATU hari Muhammad Yamin mengunjungi Trowulan untuk melihat jejak-jejak Kerajaan Majapahit. Saat itulah ia menemukan pecahan terakota berupa kepala pria berwajah gempal dan berambut ikal.


“Arca ini digali dekat puri Gajah Mada di Terawulan, Majapahit,” katanya.


Yamin kemudian mengidentifikasi wajah itu sebagai arca Gajah Mada. Menurutnya dalam Gajah Mada Pahlawan Persatuan Nusantara, air muka arca itu penuh dengan kegiatan yang mahatangkas. Wajahnya menyinarkan keberanian seorang ahli politikus yang berpandangan jauh.


Arkeolog Universitas Indonesia, Agus Aris Munandar berpendapat lain soal wajah Gajah Mada. Dalam Gajah Mada Biografi Politik, ia menjelaskan arca Brajanata dan Bima sebagai dua perkembangan dari penggambaran Gajah Mada.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page