- 4 Okt 2025
- 8 menit membaca
Diperbarui: 21 Mei
HAWA dingin masih menyelimuti kawasan Tengger di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sedari pagi Sutomo sibuk menemui tamu yang datang ke rumahnya di gang kecil sekitar jalan menuju puncak Bromo. Sutomo atau biasa dipanggil Mbah Tomo adalah dukun pandhita yang berasal dari Desa Ngadisari, tak jauh dari lautan pasir Gunung Bromo. Dia harus menyiapkan acara penting bagi masyarakat Tengger.
“Besok purnama bulan Kasada, tanggal 10-12 Juni 2025 ada perayaan Yadnya Kasada. Seluruh masyarakat Tengger, tidak hanya dari sini (Probolinggo) tapi juga dari Malang, Lumajang, dan Pasuruan akan berkumpul di Segara Wedi menuju Pura Luhur Poten,” ujar Mbah Tomo (66 tahun) kepada saya, akhir Mei 2025.
Yadnya Kasada adalah upacara adat suku Tengger di sekitar Gunung Bromo yang dilaksanakan setiap tahun. Upacara ini merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) dan leluhur (Dewa Kusuma), dengan melarung sesajen berupa hasil bumi dan hewan ternak ke kawah Gunung Bromo.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















