top of page

Waktu Junta Suardi Diperiksa

Dia dikaitkan dengan G30S hingga ditahan. Padahal dia hanyalah PNS yang dilibatkan dalam KOTI.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 31 Okt 2023
  • 3 menit membaca

Suatu hari di sebuah ruang introgasi, seorang letnan kolonel (letkol) dari Corps Polisi Militer (CPM) memeriksa seorang tahanan politik (tapol) yang dikaitkan dengan G30S. Perwira CPM dari Bogor itu melontarkan beberapa pertanyaan.


“Apa yang kowe perbuat semasa revolusi?” tanya si letkol. Kowe merupakan bahasa Jawa kasar yang berarti “kamu”.


Mbedili Belanda,” jawab si tapol. Mbedili artinya menembaki, maksudnya menembaki tentara Belanda.


Jawaban itu pun menjadi jawaban yang tidak dipercaya dan –juga– tak diinginkan si pemeriksa. Si perwira itu barangkali berharap si tapol menjawab dirinya pada 1948 ikut dalam Peristiwa Madiun. Maka si tapol pun mendapatkan hadiah pukulan.


 “Kok saya dijotos? Kenapa?” tanya si tapol mengeluh.


Mbedili Belanda berarti kowe komunis. Kan Belanda yang menghantam komunis,” kata si letkol.


Begitulah kisah tapol yang dicatat Oei Tjoe Tat dalam Memoar Oei Tjoe Tat: Pembantu Presiden Soekarno.  Tapol yang dimaksud Oei adalah Junta Suardi. Oei mengenalnya sejak sebelum menjadi tapol Orde Baru.


Perkenalan itu terjadi sewaktu Oei, yang belum jadi menteri, ditugasi Presiden Sukarno untuk mengadakan kunjungan rahasia dengan cara menyamar (incognito) kepada sukarelawan yang dilatih dalam rangka operasi Dwikora. Oei yang bingung caranya dan dengan apa dia harus memeriksa, bertanya kepada presiden.


“Nanti kamu pergi dengan Junta Suardi dari Bea Cukai. Dia bekas Tentara Pelajar. Oleh sementara orang dia dianggap Robin Hood,” jawab Sukarno.


Sebagai Tentara Pelajar, wajar jika di masa revolusi kemerdekaan 1945-1949 Junta Suardi ikut menembaki Belanda.


Perjalanan rahasia itu terjadi sekitar Agustus 1964 dengan tujuan daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Oei menumpang kapal Bea Cukai, berangkat dari sekitar Bagan Siapiapi. Bersama Junta Suardi yang pegawai Bea Cukai itu, selama seminggu Oei melakukan perjalanan rahasia itu. Ke mana pun mereka pergi, tak ada yang tahu bahwa Oei adalah pejabat yang dekat dengan Presiden Sukarno.


Dalam kunjungan rahasia tersebut, Oei dan Junta Suardi juga melakukan foto bersama dengan sukarelawan Dwikora yang mereka temui di sektiar perbatasan. Salah satu sukarelawan itu adalah Letnan Dua Pierre Tendean yang kemudian menjadi korban G30S.


Junta Suardi ternyata bukan hanya seorang pegawai Bea Cukai. Dalam Korupsi Sejarah dan Kisah Derita Akar Rumput, Haryo Sasongko menyebut Junta Suardi adalah G-1 Komando Operasi Tertinggi (KOTI) bidang intelijen. Dia seorang loyalis Sukarno yang militan. Sejak 23 September 1965, Junta Suardi telah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dengan nomor 225-C.


Di malam jahanam 30 September 1965 ke 1 Oktober 1965, Junta Suardi sedang berada di Jakarta. Entah untuk keperluan apa, namun dia berada di sebuah rumah yang dekat dari rumah Menko Hankam/KSAB Jenderal AH Nasution.


“Kelak saya mendapat kabar bahwa pada malam itu pemuda-pemuda agak ramai di suatu rumah di Jalan Waringin, tidak jauh dari rumah saya. Di sini kelihatan anak-anak Bea Cukai, Junta Suardi dan kawan-kawan, juga Kepala Intel Tjakrabirawa, Letnan Kolonel Ali Ebram,” kata Nasution, dikutip Rum Aly dalam Titik Silang Jalan Kekuasaan Tahun 1966: Mitos dan Dilema (2006:138).


Usai peristiwa berdarah yang terjadi beberapa jam setelah Junta Suardi di Menteng itu, peta politik nasional berubah dengan kekuasaan Sukarno yang terus melemah dan Angkatan Darat di bawah Jenderal Soeharto pada posisi sebaliknya. Orang-orang kiri dan Sukarnois seperti Junta Suardi kemudian ikut terkena imbas. Junta Suardi ditangkap dan ditahan sebagai tapol. Setelah lama ditahan, Junta Suardi dan ribuan tapol lain masih harus menjalani kehidupan berat lantaran hidup dalam pengawasan rezim Orde Baru karena mereka dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Gerakan 30 September 1965 G30S. Di masyarakat pun, mereka dikucilkan.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
transparant.png
bottom of page