top of page

Warung Kopi Tertua di Indonesia

Warung kopi tertua di Indonesia bermula dari warung nasi yang juga menjual kopi.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 18 Okt 2022
  • 4 menit membaca

Nongkrong sama teman rasanya tak lengkap tanpa ditemani kopi. Tak heran ngopi jadi kegiatan favorit kaum urban baik anak muda maupun orang dewasa. Kedai-kedai kopi dengan beragam konsep mudah ditemukan di berbagai tempat di Jakarta. Salah satunya yang tertua adalah Kopi Warung Tinggi yang bermula dari warung nasi.


Warung Tinggi didirikan oleh Liauw Tek Soen, seorang saudagar asal Cina. Ia melihat peluang usaha menjanjikan dari kopi yang menjadi komoditas andalan di Hindia Belanda. Ia kemudian mendirikan warung makan yang juga menyediakan kopi di kawasan Moolenvliet Oost (kini Jalan Hayam Wuruk) di Batavia.


Bangunan warung didominasi kayu jati, berdiri di atas tanah seluas 500 meter, dan dibagi menjadi beberapa bagian. Bagian paling depan untuk berdagang, bagian kanan bangunan dijadikan warung nasi, sedangkan di bagian kiri untuk toko kelontong. Sementara itu, bagian tengah bangunan difungsikan menjadi tempat berdagang jahitan karya Liauw Tek Soen yang dikenal pandai menjahit.


Warung itu menghadap ke Sungai Ciliwung dengan jembatan dari batang-batang pohon kelapa yang menghubungkan Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Gajah Mada. Kala itu, kawasan Moolenvliet termasuk wilayah strategis karena penduduk kerap beraktivitas di Sungai Ciliwung. Selain itu, getek-getek bambu juga lalu-lalang sebagai alat transportasi masyarakat.



Hiruk pikuk aktivitas warga berdampak pada usaha Liauw Tek Soen. Toko kelontongnya kerap didatangi warga yang berbelanja kebutuhan sehari-hari. Warung nasinya juga menjadi tujuan warga untuk mengisi perut setelah beraktivitas.


Menyoal nama Warung Tinggi, Rudy Widjaja dalam Warung Tinggi Coffee: Kopi Legendaris Tertua di Indonesia, Sejak 1878 menulis, dibandingkan bangunan-bangunan lain di sekitarnya, warung Liauw Tek Soen tampak tinggi dan megah sehingga orang-orang sekitar menamainya berdasarkan ciri-ciri tersebut.


Warung itu kian populer setelah Liauw Tek Soen menjual kopi pada 1878. Ia membeli biji kopi dari seorang pedagang wanita yang membawa kopi mentah menggunakan bakul –di kemudian hari pedagang wanita itu menjadi logo Kopi Warung Tinggi.


Liauw Tek Soen mengolah sendiri biji kopi menggunakan kuali serta lesung dan alu. Kopi disangrai di dalam kuali besar berisi pasir. Setelah matang, biji kopi diayak sehingga terpisah dari pasir, lalu ditumbuk dengan lesung yang terbuat dari batu kali. Proses pengolahan kopi terbilang sederhana. Ia menggunakan kayu bakar untuk memanggang biji kopi. Guna memaksimalkan produksi kopi, ia merancang alat khusus yang mampu menggoreng lebih banyak biji kopi hingga matang secara merata.



Setelah melalui berbagai proses, kopi pun disajikan kepada para pelanggan. Biasanya para pelanggan tak langsung meminumnya.Kopi yang masih mengepul itu ditutup dengan piring tatakan. Setelah rokok habis diisap barulah kopi dituang ke tatakan, ditiup-tiup lalu diseruput, dengan begitu ampasnya tidak ikut terminum. “Seperti inilah cara menikmati kopi yang sangat nikmat pada zaman tersebut,” tulis Rudy.


Bisnis kopi yang dirintis Liauw Tek Soen kemudian diteruskan anak angkatnya, Liauw Tek Siong sejak tahun 1910. Mengutip Merek Jadul dan Kerawanan Generasi Ketiga terbitan Pusat Data Analisa Tempo, Liauw Tek Siong “dibeli” Liauw Tek Soen karena anak lelaki tunggalnya–yang keterbelakangan mental– dianggap tak mampu berdagang.


Toko kopi Tek Sun Ho atau Tek Soen Hoo yang kemudian menjadi Kopi Warung Tinggi. (Dok. Rudy Widjaja)
Toko kopi Tek Sun Ho atau Tek Soen Hoo yang kemudian menjadi Kopi Warung Tinggi. (Dok. Rudy Widjaja)

Bila mula-mula kopi hanya usaha sampingan dari warung nasi, di tangan Liauw Tek Siong yang dijuluki “sang pemula” produsen kopi perorangan di Indonesia, kopi dijadikan bisnis utama. Pada 1927, Liauw Tek Siong mendirikan pabrik sederhana bernama Tek Soen Hoo Eerste Weltevredensche Koffiebranderij atau Toko Tek Soen, Perusahaan Penggoreng Kopi Pertama di Weltevreden. Ia menggunakan nama Liauw Tek Soenuntuk menghormati dan mengenang ayah angkatnya. Toko yang mulai meracik kopi Luwak tahun 1940 ini juga dikenal dengan sebutan Toko Tek Soen atau Tek Soen Hoo.


Ketegangan antara Belanda dan Jepang tahun 1942 berdampak pada Toko Tek Soen. Rudy menyebut situasi yang tidak aman membuat toko ini ditutup selama berbulan-bulan, sementara seluruh keluarga mengungsi ke Mega Mendung, Jawa Barat. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, istri Liauw Thian Djie, putra sulung Liauw Tek Siong, berjualan kain keliling.



Pada masa pendudukan Jepang, Toko Tek Soen kembali dibuka meski dengan cara meminjam kopi dari pengusaha lain yang dibayar belakangan. Setelah Indonesia merdeka, Liauw Thian Djie yang mewarisi bisnis kopi dari sang ayah, bertekad mengembangkan bisnis keluarga ini. Ia memulai dari kualitas kopi yang diproduksi tokonya.


Menurut Rudy, anak kedelapan Liauw Thian Djie, ayahnyahanya membeli biji kopi berkualitas dari satu sumber di Pasar Pagi. Selain itu, ia juga memiliki cara unik memeriksa kadar air dalam biji kopi. “Beliau akan mengambil segenggam biji kopi, jika terasa dingin, berarti kadar air biji kopi tersebut besar; sebaliknya, jika sedikit hangat, berarti kadar airnya sedikit,” tulis Rudy.


Toko Tek Soen mulanya hanya menjual satu jenis kopi yang dibungkus dalam kertas cokelat sederhana dan diberi cap. Bisnis kopi yang maju pesat pada 1950-an mendorong Liauw Thian Djie membeli mesin-mesin baru yang canggih. Salah satunyamesin goreng kopi buatan Belanda. Mesin bertenaga listrik ini berfungsi ganda, yakni menggoreng kopi dan alat pendingin.



Selain itu, Liauw Thian Djie juga mulai menjual kopi racikan atau blend dengan mencampur beberapa jenis kopi. Ia berhasil meracik lima jenis kopi bermutu tinggi yang menjadi andalan tokonya, yaitu Rajabica, Arabica Special, Arabica Super, Arabica Extra, dan Robusta.

Pada 1960-an, Toko Tek Soen atau Tek Soen Hoo berganti nama menjadi Warung Tinggi. Setelah Liauw Thian Dhie tutup usia pada 1978, perusahaan dikelola oleh Rudy Wijaya bersama tiga saudaranya, yakni Darmawan, Suyanto, dan Yanti. Rudy membeli seluruh saham PT Warung Tinggi termasuk merek paten dan hak cipta dari saudara-saudaranya pada 1994. Ia kemudian membeli rumah di Jalan Daan Mogot untuk gudang dan pabrik kopi.


Kerusuhan tahun 1998 berdampak pada usaha Warung Tinggi. Rumah dan pabrik kopi milik Rudy hancur. Bahkan, ia dan seluruh keluarganya mengungsi ke Singapura. Rudy membangun kembali Warung Tinggipada 1999. Ia memindahkan pabrik kopi ke Tangerang.Pada 2001, generasi keempat melanjutkan usaha keluarga ini dengan nama Bakoel Koffie.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Jauh sebelum kedatangan Belanda, tradisi literasi masyarakat Betawi telah berkembang pesat. Bahkan, mereka sudah mengenal penyewaan naskah.
bg-gray.jpg
Sebagai lulusan sekolah guru, Sudiro menghabiskan masa mudanya dengan menjadi guru sekaligus aktivis pergerakan nasional.
bg-gray.jpg
Selain jago catur, Sudiro muda mengisi hari-harinya semasa sekolah dengan aktif dalam pergerakan Jong Java dan kepanduan.
bg-gray.jpg
Kelahirannya disambut gembira oleh kakeknya sebagai cucu pertama. Diberinya nama Sudiro yang berarti berani. Selamat dari wabah Flu Spanyol.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
transparant.png
bottom of page