top of page

Wisata Sumatra Era Kolonial

Kaya akan pemandangan alamnya yang indah, Sumatra menyimpan potensi turisme sejak zaman pemerintah Hindia Belanda. Sayangnya, infrastruktur dan keamanan menjadi kendala.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Iklan promosi wisata Sumatra oleh maskapai pelayaran Belanda tahun 1930. (Repro Menuju Sejarah Sumatra).

18 Mar 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 11 Jul

SEBERKAS iklan pariwisata zaman kolonial menerangkan informasi yang menarik. Terlihat peta Pulau Sumatra dengan titik destinasi wisata andalan yang terhubung satu sama lain. Mulai dari keelokan Danau Toba di jantung Tanah Batak, pesona rumah gadang di Kota Padang, hingga Pulau Nias nan eksotis. Tempat-tempat wisata itu dapat dikunjungi lewat dua jalur rute perjalanan, yakni Pantai Barat dan Pantai Timur Sumatra.


“Sebuah tamasya yang indah untuk perjalanan liburan Anda berikutnya,” demikian pesan promosi yang ditawarkan Perusahan Pelayaran Belanda (KPM) bertitimangsa 1930 itu.


Menurut sejarawan Achmad Sunjayadi, kegiatan kepariwisataan di Sumatra pada masa kolonial tidak kalah dengan kepariwisataan di Jawa. Pada akhir abad  ke-19 hingga awal abad ke- 20, sejumlah destinasi wisata di Sumatra banyak tersua dalam buku catatan perjalanan maupun buku panduan turisme.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Josephine Baker menjadi mata-mata Prancis di masa Perang Dunia II. Bintang panggung keturunan Afrika-Amerika ini memanfaatkan koneksi dan kecerdikannya untuk mengelabui Nazi.
Josephine Baker menjadi mata-mata Prancis di masa Perang Dunia II. Bintang panggung keturunan Afrika-Amerika ini memanfaatkan koneksi dan kecerdikannya untuk mengelabui Nazi.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Nama resminya Academy Award of Merit. Kenapa lebih populer disebut Piala Oscar?
Nama resminya Academy Award of Merit. Kenapa lebih populer disebut Piala Oscar?
 Remah-remah kisah dari pedalaman Kalimantan.
Remah-remah kisah dari pedalaman Kalimantan.
Bermula dari hasrat untuk mengeruk laba dari niaga lada di Sumatera, Amerika beranjak lebih jauh ke dominasi politik-dagang di mana-mana.
Bermula dari hasrat untuk mengeruk laba dari niaga lada di Sumatera, Amerika beranjak lebih jauh ke dominasi politik-dagang di mana-mana.
transparant.png
bottom of page