- 9 Agu 2023
- 7 menit membaca
Diperbarui: 7 Apr
GALANGAN kapal Kaigun Kōshō di Kure, Jepang, lebih ramai pada 8 Agustus 1940. Sebuah kapal tempur gagah yang paling ditakuti Sekutu di Perang Pasifik diluncurkan dari galangan keringnya ke perairan. Kapal itu yang mulanya disebut “Kapal Tempur No. 1”, kemudian dinamai Yamato merujuk salah satu provinsi di Negeri Matahari Terbit.
Namun itu baru sekadar peluncuran dengan perayaan sederhana oleh para pekerjanya, para perancang, serta sejumlah petinggi Kaigun (Angkatan Laut/AL Jepang). Next, kapal tempur itu mesti lebih dulu menjalani fitting out atau penyempurnaan kelengkapan, termasuk dilekatkan simbol kekaisaran berupa bunga krisan atau bunga serunai.
“Kami percaya bahwa kapal kami milik kaisar. Itulah mengapa terdapat lambang keluarga kekaisaran. (Simbol) bunga krisan hanya dilekatkan di kapal-kapal terbesar AL, kapal tempur, kapal induk, kapal penjelajah. Simbol (bunga krisan) di kapal tempur Yamato adalah yang terbesar, dua meter diameternya,” kenang salah satu perancang Kaigun, Sakutaro Nishihata, dikutip sejarawan maritim University of Northumbria Daniel Knowles dalam Yamato: Flagship of the Japanese Imperial Navy.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















