top of page

Yang Melaporkan dari Medan Perang

Konflik Indonesia-Belanda mengundang para jurnalis mancanegara berdatangan ke Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rombongan jurnalis yang tengah meliput situasi di Indonesia pada 1948. Foto: IPPHOS

3 Mei 2018
2 menit membaca

Jurnalis legendaris Indonesia almarhum Rosihan Anwar pernah berkisah kepada saya. Di era Perang Kemerdekaan (1945-1949), bukan hanya kaum pemanggul senjata yang ikut berperang, tetapi juga para kuli tinta dari kedua kedua negara yang tengah berkonflik ikut turun ke gelanggang.


“Salah satu jurnalis Belanda yang pernah berpolemik dengan saya adalah Alfred van Sprang,” ungkap Rosihan.


Van Sprang merupakan jurnalis perang terkemuka yang pernah bertugas di Indonesia (1946-1949). Dia tercatat sebagai jurnalis yang bekerja untuk kantor berita Amerika Serikat, United Pers. Sebagai warga negara Belanda, Sprang memiliki akses istimewa dalam setiap gerakan militer Belanda di Indonesia. Rekaman reportasenya selama melekat pada Divisi 7 Desemberdi Jawa, dia catat dalam sebuah buku berjudul Wij Werden Geroepen (Kami yang Dipanggil).


Pada saat Aksi Polisional I (pihak Indonesia menyebutnya Agresi Pertama), Sprang mengikuti pergerakan pasukan Belanda dari Klender menuju Karawang. Dia melaporkan jalannya pertempuran antara pejuang Indonesia dengan tentara Belanda nyaris dari front ke front. Salah satu laporannya yang paling impresif adalah saat dia menjadi saksi mata bagaimana keuletan pasukan HMOT (milisi bumiputera yang direkrut dari kalangan penjahat dan eks pejuang Indonesia) saat bertempur melawan sebuah batalyon TNI bernama Beruang Merah.


Selain Sprang, Belanda juga menurunkan para jurnalis fotonya. Setidaknya ada dua nama fotografer perang mereka yang aktif di palagan Indonesia: Hasselman dan Charles Brejer. Nama terakhir adalah fotografer yang paling banyak menghasilkan foto-foto human interest  mengenai situasi-situasi perang di Jawa, termasuk penderitaan para penduduk sipil.


Fotografer asal Prancis Henri Cartier Bresson juga termasuk ciamik merekam situasi-situasi Indonesia pasca proklamasi 17 Agustus 1945. Bahkan salah satu essai foto-nya di Majalah LIFE berjudul  ‘Young Men Are Both The Peril and The Hope’ termasuk salah satu laporan paling legendaris mengenai Indonesia era revolusi. Akses Bresson ke kubu Republik juga termasuk kuat. Dia pernah beberapa kali mewawancarai sekaligus mengambil gambar Presiden Sukarno, Wakil Presiden Hatta dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.


Tak mau kalah dengan para jurnalis tersebut, pada 1948 majalah terkemuka National Geographic (NG) menurunkan jurnalis Ronald Stuart Kain untuk meliput gejolak perang di tanah Jawa. Saya pernah membaca tulisan Kain itu di majalah  NG edisi 93 Mei 1948. Pemaparannya sangat detail dan sungguh memukau. Secara detail dan deskriptif, dia  menuliskan situasi sosial politik yang terjadi selama perang kemerdekaan berlangsung di tanah Jawa: para pengungsi yang berdesakan di kereta api, lasykar-lasykar pribumi berambut gondrong yang menikmati peran mereka sebagai tentara, serta para serdadu muda yang muak akan perang dan rindu pulang ke kampung mereka di Belanda.


Selain jurnalis-jurnalis dunia asal United Pers, Reuters, ANETA, LIFE, Time dan National Geographic, ada juga para kuli tinta dari Swis, India, Australia dan negara-negara lainnya. Tak boleh dilupakan,  para jurnalis Indonesia pun hadir untuk meliput setiap kejadian-kejadian dari medan perang. Selain  Rosihan Anwar, ada jurnalis kawakan Mochtar Lubis serta para fotografer IPPHOS: Frans Mendoer, Alex Mendoer, J.K. Oembas, Alex Mamoesoeng, F.F. Oembas, Abdul Rachman dan M.Jacob.


Jika Rosihan dan Mochtar sangat aktif melaporkan situasi perang yang terjadi di Jakarta, Surabaya, Tangerang, Batavia, Karawang, Bekasi dan Yogyakarta (Rosihan bahkan merupakan jurnalis pertama yang bisa mewawancarai Panglima Besar Soedirman), maka Alex Mendoer cs menghadirkan gambar-gambar dari medan perang. Mereka bertebaran nyaris di seluruh Jawa dan sebagian Sumatera.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Sebegitu panjang perjalanan sejarah bangsa, banyak tokoh perempuan yang eksis di dalamnya. Namun aktivis perempuan tak menemukannya di historiografi Indonesia terbaru.
Sebegitu panjang perjalanan sejarah bangsa, banyak tokoh perempuan yang eksis di dalamnya. Namun aktivis perempuan tak menemukannya di historiografi Indonesia terbaru.
Setidaknya ada sebelas pemain dunia yang pernah menjajal akting. Berikut lima di antaranya.
Setidaknya ada sebelas pemain dunia yang pernah menjajal akting. Berikut lima di antaranya.
Vaksin corona yang jadi harapan untuk mengatasi pandemi diprediksi baru bisa diproduksi massal pada 2021. Sebelum vaksin ditemukan, cacar menjadi penyakit amat mematikan. Bisa dikendalikan setelah pemvaksinan massal.
Vaksin corona yang jadi harapan untuk mengatasi pandemi diprediksi baru bisa diproduksi massal pada 2021. Sebelum vaksin ditemukan, cacar menjadi penyakit amat mematikan. Bisa dikendalikan setelah pemvaksinan massal.
 Cerita getir karya penulis dari negeri Apartheid diangkat ke layar lebar. Terasa faktual kendati kemasannya fiktif.
Cerita getir karya penulis dari negeri Apartheid diangkat ke layar lebar. Terasa faktual kendati kemasannya fiktif.
Sebuah kelompok astronom, yang dipimpin orang Indonesia, menemukan planet baru yang terbentuk secara tak lazim.
Sebuah kelompok astronom, yang dipimpin orang Indonesia, menemukan planet baru yang terbentuk secara tak lazim.
Petenis Billie Jean King sukses membungkam kaum laki-laki yang menganggap perempuan senantiasa inferior dalam olahraga tenis.
Petenis Billie Jean King sukses membungkam kaum laki-laki yang menganggap perempuan senantiasa inferior dalam olahraga tenis.
transparant.png
bottom of page