- 21 Jan 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 3 Jul
KOLONEL Moersjid bergegas menuju Indonesia kawasan timur. Dia yang menjabat Asisten II/Operasi KSAD ditugaskan untuk mempersiapkan infiltrasi sekompi pasukan ke Kaimana, Papua. Tingkat kerahasiaan operasi bersandi “Silent Raid” ini sangat tinggi. Tiada seorang pun anggota keluarga yang tahu kemana Moersjid akan pergi, termasuk sang istri Siti Rachmah yang sedang mengandung.
“Yang sangat khawatir justru Ibu saya, karena dia enggak tahu ayah pergi ke mana, hanya mendengar berita setelah kejadian,” ujar Sidharta Moersjid, putra ke-4 Moersjid kepada Historia.ID.
Sebelum berangkat Moersjid menghadap kepada atasannya Mayjen Ahmad Yani. Selain menjabat Deputi I/Operasi KSAD, Yani juga berkedudukan sebagai Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi Pembebasan Irian Barat(KOTI Pemirbar). Moersjid melaporkan bahwa Deputi I/Operasi KSAL Komodor Josaphat Soedarso (selanjutnya disebut Yos Sudarso) akan menyertai rombongan sukarelawan Angkatan Darat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















