Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
Dalam sejarah Indonesia ada empat Siti Soendari. Ada yang menjadi anggota Dewan Kota Surabaya pertama, pendiri terbitan perempuan, dan pembicara kongres perempuan.
Kongres Perempuan Indonesia IV tak semata jadi pertemuan terakhir sebelum seluruh organisasi perempuan dibekukan Jepang. Kongres itu menandai bersatunya perempuan memperjuangkan hak politik.
ANRI menambah koleksi lima arsip perorangan dan sejarah lisan. Tokoh tersebut ialah Emma Poeradiredja, Ir. Djuanda Kartawidjaja, Ir. Suharto, dr. Rusmono, dan Rajab Leasa.
Ketika suasana pasca-G30S masih mencekam penangkapan masih berjalan, banyak keluarga memilih lepas kontak dengan anggota keluarga yang jadi tapol. Berubah setelah situasi membaik.