top of page



Mula KDRT Diusut
Sebelum payung hukum dibuat, mengusut kasus kekerasan dalam rumah tangga bak menegakkan benang basah.


Menanti RUU PKS Disahkan
Proses panjang RUU PKS. Bermula dari keresahan pada 2001, masih bergulir hingga kini.


Pertempuran Surabaya dari Mata Perempuan
Perempuan-pejuang di Pertempuran Surabaya. Suaminya meninggal di hari kedua pertempuran.


Yang Kaya yang Madu Tiga
Pada masa kolonial Belanda, poligami banyak ditemukan di kalangan bangsawan dan kelas berada.


Kisah Para Pertapa Perempuan
Menjauhi nafsu duniawi untuk hidup menyepi. Bertapa tak hanya dijalani laki-laki.


Perjuangan Lasmidjah Berbuntut Pengusiran
Aktif dalam organisasi dan gerakan sejak remaja, Lasmidjah diawasi PID. Berujung pengusiran.


Keributan di Kongres Perempuan
Gara-gara ricuh, usaha membela hak perempuan dalam perkawinan berjalan di luar kongres.


Kepak Sayap Dara asal Yogyakarta
Sukaptinah termasuk tokoh elite dalam gerakan perempuan, yang diikutnya sejak masa penjajahan. Berbuah Bintang Mahaputra.


Penjaja Diri di Kebun Deli
Kisah penderitaan para kuli perempuan di perkebunan Sumatera Timur.


Sukaptinah Berjuang Agar Bangsa dan Kaumnya tak Dijajah
Berjuang untuk perempuan dan kemerdekaan sejak 1920-an. Perjuangan Siti Sukaptinah berlanjut hingga pascakemerdekaan.


Bedak Meracunimu
Keracunan bedak pernah memakan korban di Inggris. Bedak berbahaya terus diawasi dan menjadi perhatian tenaga medis hingga kini.


Perkawinan Anak yang Tak Kunjung Hilang
Usaha penghapusan perkawinan anak sudah dilakukan sejak era kolonial. Masih berlanjut hingga kini meski Mahkamah Konstitusi memberi titik terang.


Usaha Alot Menghapus Kekerasan Terhadap Perempuan
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.


Nyai yang Berbahagia
Hubungan lelaki kulit putih dan perempuan pribumi tak melulu berisi penindasan. Anjelina, Davida, dan Djemini hidup bahagia dengan pasangan Belanda mereka.


Utami Mendobrak Kungkungan Adat Jawa
Hidup dalam lingkungan yang memegang teguh adat Jawa membuat Utami gagal mewujudkan cita-cita sebagai filsuf. Tidak patah arang, jalan perjuangan selalu ada untuknya.

Ads
Ads
Ads
bottom of page













