top of page

Nyai yang Berbahagia

Hubungan lelaki kulit putih dan perempuan pribumi tak melulu berisi penindasan. Anjelina, Davida, dan Djemini hidup bahagia dengan pasangan Belanda mereka.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 16 Nov 2018
  • 2 menit membaca

BEGITU menerima gaji pertamanya, Kopral KNIL Piet Scholte amat senang. Dia buru-buru pulang untuk menyerahkan gajinya kepada Djemini istrinya. Setibanya di rumah, Piet mendapati Djemini sedang duduk-duduk. Sambil malu-malu, Piet lalu menaruh uang gajinya di pangkuan Djemini.


“Uang ini harus saya apakan?” tanya Djemini.


“Untukmu dan untuk belanja keperluan sehari-hari. Saya hanya butuh sebelas sen untuk beli tembakau dan kertasnya,” jawab Piet sambil menahan tawa.


Kehidupan harmonis keluarga Piet-Djemini merupakan anomali di masa kolonial yang sarat diskriminasi rasial. Di tengah jamaknya perlakuan buruk dan sewenang-wenang pria kulit putih pada gundik mereka, Piet justru menganggap dan memperlakukan Djemini murni sebagai istri. Sejak awal menjalin hubungan, Piet tak pernah menganggap Djemini gundik, yang tugasnya semata sebagai teman tidur.


Rasa cinta dan hormat itu membuat Piet rela melindungi Djemini. Ketika Djemini tertipu oleh lintah darat sehingga berutang 1000 gulden, Piet bahkan ingin menyelesaikan masalah utang-piutang itu bersama sambil mengingatkan agar Djemini tak melakukan kesalahan serupa di kemudian hari.


Keberanian untuk memperjuangkan cinta di tengah stigma miring kolonial terhadap perempuan pribumi juga dilakukan oleh penulis Willem Walraven. Walraven memutuskan menikahi gundiknya, Itih. Kepada rekan-rekannya, Itih dia perkenalkan sebagai istri. Dia tak peduli mayoritas pria Belanda di Hindia kala itu pilih menyembunyikan gundik mereka karena merasa malu. Sama seperti Scholte, pernikahan Walraven dan Itih dijalani dengan rasa hormat, penghargaan, dan kesetaraan.


Para lelaki Belanda yang berani menikahi pasangan pribumi ini termasuk orang-orang berani di masa itu.  “Mereka menantang puncak hipokrisi kolonial bahwa seorang laki-laki Eropa boleh memanfaatkan perempuan pribumi untuk sementara namun tak boleh menjalin hubungan kekal dengannya,” tulis Reggie Baay dalam Nyai dan Pergundikan di Hindia Bealnda.


Ekses dari hubungan harmonis itu menjadi jalan baru bagi perempuan pribumi untuk berkembang dan belajar. Lewat pasangan kulit putihnya, perempuan pribumi mempelajari bahasa Belanda, sedikit pengetahuan Barat, dan  memperoleh status tinggi, mirip tokoh Nyai Ontosoroh dalam novel Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia. Beberapa gundik cukup beruntung karena selain menjalin hubungan harmonis dengan tuannya, juga menjadi makmur berkat koneksi yang dimiliki.


Hal itu dialami antara lain oleh Davida Elizabeth Augustijns, perempuan-budak yang bernasib baik. Beberapa tahun menjadi budak Agustijns Michiels, Davida kemudian dibatis menjadi orang Kristen dan dibebaskan dari status budak oleh Michiels dan istrinya. Ketika istri Michiels meninggal, Davida menjadi gundik Michiels. Perlahan, keduanya jatuh hati dan Davida akhirnya diperistri Michiels.


Keberuntungan Davida juga dialami Anjelina Catharina Velntijn. Anjelina dilahirkan sebagai seorang budak bernama Anjelina van Batavia. Nasib mujur berpihak padanya ketika seorang Belanda bernama Margaretha Catharina Wargarden mengadopsinya. Dia pun dibaptis sebagai orang Kristen dan menjalani hidup sebagai orang Eropa.


Anjelina kemudian menjalin hubungan dengan pemilik perkebunan Citrap bernama Johan Samuel Heinrich Wustenberg. Ketika Wustenberg meninggal, Anjelina mengambil-alih perkebunan itu. Dia lalu menikah lagi dengan lelaki Eropa kaya hingga akhirnya memiliki posisi tinggi di masyarakat kolonial.


“Pembaptisan, emansipasi, dan pernikahan dengan orang-orang kaya Eropa membuat Anjelina menjadi perempuan berpengaruh di pemukiman kolonial Batava,” tulis Jean Gelman Taylor dalam Kehidupan Sosial di Batavia.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Banyumas is one of Central Java’s rice-producing regions. However, floods and malaria caused famine in the area. This issue caught the attention of a member of the House of Representatives.
bg-gray.jpg
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
Pernah mendirikan band The Steps yang sohor di akhir 1960-an, Tinton Soeprapto justru meninggalkan dunia musik dan kembali ke dunia otomotif.
Pernah mendirikan band The Steps yang sohor di akhir 1960-an, Tinton Soeprapto justru meninggalkan dunia musik dan kembali ke dunia otomotif.
Peristiwa ini berawal dari ketegangan yang dipicu oleh kecemburuan sosial dan tekanan ekonomi. Aksi kekerasan, penjarahan, dan pembakaran meninggalkan luka sosial yang mendalam.
Peristiwa ini berawal dari ketegangan yang dipicu oleh kecemburuan sosial dan tekanan ekonomi. Aksi kekerasan, penjarahan, dan pembakaran meninggalkan luka sosial yang mendalam.
Horison lahir dari stabilitas politik rezim Orde Baru. Majalah sastra berpengaruh ini bertahan selama enam dekade.
Horison lahir dari stabilitas politik rezim Orde Baru. Majalah sastra berpengaruh ini bertahan selama enam dekade.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
transparant.png
bottom of page