top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10072 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Gedung Sarekat Islam Makin Terbengkalai

    GEDUNG yang diduga kuat pernah menjadi pusat kegiatan Sarekat Islam (SI) makin merana. Bangunan yang berada di Kampung Gendong, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang itu terbengkalai. Atap bangunan bertambah rusak. Saat musim hujan lalu, sebagian atap bahkan ada yang runtuh. Kondisi itu diperkirakan bertambah parah mengingat tak ada upaya penyelamatan. Lantai bangunan juga terlihat main tak terawat. Tulisan S.I. yang menandai tempat itu pernah digunakan untuk aktivitas SI juga memudar. Jika tak dilakukan upaya penyelamatan segera, dikhawatirkan situs sejarah tersebut bakal hancur.

  • Indehoy di Rumput Kering 

    Tersangka kasus suap izin impor daging sapi, Ahmad Fathanah, mengaku sedang berduaan dengan Maharani Suciyono di kamar Hotel Le Meridien ketika dicokok penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 29 Januari 2013. "Saya menyewa satu kamar dengan nomor 1740 untuk indehoy bersama-sama," kata Fathanah dikutip tempo.co (16/5/2013). Siapa pun paham kegiatan apa indehoy itu. Dalam Tesaurus Bahasa Indonesia karya Eko Endarmoko, indehoy, adalah kegiatan "bercintaan, bercumbuan, berkasih-kasihan, bermesraan, berpacaran, bersuka-sukaan."

  • Perbudakan di Nusantara

    Dalam rentang sejarah Indonesia, perbudakan pernah menjadi sistem kerja yang absah. Praktik ini berlangsung pada masa kurun niaga (1400-1700). Kala itu terdapat sejumlah orang yang menyerahkan dirinya secara sukarela kepada penguasa untuk jadi budak. Antara lain tersebab utang, ketidakmampuan membayar mas kawin, kegagalan panen, atau malapetaka lain. “Di Achim (Aceh), setiap orang menjual dirinya sendiri. Sejumlah penguasa penting memiliki tidak kurang dari seribu sahaya, semua pedagang besar, yang juga memiliki budak-budak,” tulis Montesquieu seorang filsuf Prancis, dikutip Anthony Reid dalam Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680. Bagi mereka, lebih baik menjual diri untuk beroleh makanan ketimbang mengemis.

  • Legiun Merpati untuk Komunikasi

    GORD Young, editor di Lakefield Heritage Research, Kanada, berhasil memecahkan kode rahasia sebuah operasi dalam Perang Dunia II. Dia hanya butuh 17 menit untuk menyingkap pesan yang tertulis di kertas di dalam tabung kecil merah yang terikat di kaki bangkai merpati. Padahal Government Communications Headquarters (GCHQ), badan pemecah kode asal Inggris, tak berhasil menyingkap misteri berusia 68 tahun itu. "Kami tetap pada pendirian kami pada 22 November 2012 bahwa tanpa akses ke buku kode yang relevan dan penggunaan tambahan enkripsi, pesan ini tak mungkin dipecahkan," ujar seorang juru bicara GCHQ, sebagaimana dilansir bbc.co.uk, 17 Desember 2012.

  • Demi Keselamatan Buruh Perempuan

    SELAMA Perang Dunia II, penduduk laki-laki Amerika Serikat pergi ke medan perang. Sedangkan para perempuan bekerja di pabrik-pabrik, seperti pabrik galangan kapal, pabik baja, dan pabrik keretaapi. Mereka mengerjakan apa yang secara tradisional –sampai saat itu– dianggap sebagai "pekerjaan laki-laki." Sebagai bentuk perhatian terhadap buruh perempuan, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat membentuk Biro Perempuan pada 1920. Biro ini bertugas merumuskan "standar dan kebijakan yang akan mempromosikan kesejahteraan upah-produktif perempuan, memperbaiki kondisi kerja, meningkatkan efisiensi, dan memperbesar peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang produktif." Biro ini juga punya wewenang untuk menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan perempuan dalam industri dan melaporkan temuannya kepada Departemen Tenaga Kerja.

  • Menebeng di Ibukota

    RADJIMO Sastrowijono, peneliti sejarah, biasa bolak-balik Serang-Jakarta dengan angkutan umum. Kenaikan harga bahan bakar minyak pada 2005 mengubah keadaan itu. Dia beralih menebeng kendaraan pribadi orang lain. Kebetulan di Serang ada sejumlah pengemudi yang gemar memberi tebengan. Mereka menjadi komunitas dan berkembang hingga sekarang. Mereka yakin tebeng-menebeng bisa menjadi solusi alternatif untuk masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Sebelumnya, keyakinan ini pernah diutarakan S. Hoepodio, wakil gubernur Jakarta, saat menyikapi kepadatan lalu-lintas ibukota pada 1964.

  • Kota Tak Lagi Legenda

    SELAMA berabad-abad, Heracleion diyakini hanyalah sebuah legenda seperti kota dongeng Atlantis. Kota yang luar biasa kaya dan disebutkan oleh penulis Yunani, Homer, serta dikunjungi Helen dari Troy dan kekasihnya, Paris ini, terkubur di dasar bawah laut selama ribuan tahun. “Kenyataanya,” tulis Richard Gray, koresponden sains, di telegraph.co.uk (28/4), “Heracleiton benar adanya, dan satu dekade setelah para penyelam mulai mengungkap kekayaan itu, para arkeolog menghasilkan gambaran seperti apa kehidupan kota di era para firaun itu.”

  • Memamerkan Negeri Jajahan

    DI taman Bois de Vincennes, Paris, diselenggarakan Exposition Coloniale International (Pameran Kolonial Internasional). Di atas taman seluas 110 hektar itu, negara-negara penjajah mempertontonkan semua rupa bangunan yang menjadi wajah masyarakat dan kebudayaan negeri-negeri jajahan. Sejak dibuka pada 6 Mei 1931, jutaan orang berkunjung. Pameran ini mendulang sanjungan, namun juga banjir kecaman. Belanda mempertontonkan wajah molek Hindia Belanda. Di atas lahan seluas tiga hektar, sebuah anjungan megah seluas 600 meter persegi dibangun. Arsitektur anjungan beratap gonjong Minang berpadu dengan ukiran Jawa. Pintu masuknya berbentuk gapura setinggi 50 meter yang konon meniru pura Camenggon di Sukawati, Bali Selatan, lengkap dengan ukiran batu pualam. Dinding anjungan dibuat dari keping-keping kayu Kalimantan.

  • Dansa-dansi di Harmonie

    Seorang pengusaha Belanda, Justus van Maurik, kaget ketika menerima undangan untuk menghadiri pesta dansa dari Gubernur Jenderal van der Wijck. Pesta dansa tersebut akan digelar Minggu, 2 Agustus 1898 pukul 21:00 di Societeit Harmonie. Harmonie merupakan salah satu perkumpulan (societeit) elite di Batavia. Pada akhir abad ke-19, soos –akronim dari societeit– didirikan di kota-kota besar di Hindia Belanda. "Soos Batavia yang paling bergengsi dan menjadi model bagi seluruh soos di Hindia,” tulis Rudolf Mrazek dalam Engineers of Happy Land.

  • Mooi Indie Diserang Lalu Disayang

    TAKJUB oleh keindahan alam Hindia Belanda, para perupa Belanda melukiskannya di atas kanvas. Sejumlah perupa bumiputera juga menganut gaya romantisme ini antara lain Abdullah Surio Subroto, Mas Pirngadi, Wakidi, dan Basuki Abdullah. Kritikan datang dari S. Sudjojono, yang menyebutnya sebagai lukisan mooi indie. Lewat tulisan-tulisannya, Sudjojono mengkritik lukisan mooi indie yang serbamolek melenakan masyarakat bumiputera dari keadaan sesungguhnya: terjajah. Dia menganggap lukisan mooi indie tak lebih hanya untuk “menghibur” orang-orang asing.

  • Walisongo Berantas Uang Siluman

    TAK mudah menghapus pungli. Sejak lama ia sudah mengemuka tapi tak bisa diberantas. Pada 1970-an, Menteri Perhubungan dan Transportasi Frans Seda pun kewalahan mengatasi merebaknya pungutan uang siluman di pelabuhan-pelabuhan utama seperti Medan, Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Uang siluman merupakan pungutan-pungutan di luar ketentuan untuk memperlancar barang ke luar dari pelabuhan. Menurut Zahri Achmad, kala itu ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), biaya siluman yang harus dikeluarkan setiap importir untuk kalangan Tanjung Priok (pegawai Bea Cukai, Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan, dan lain-lain) sebesar Rp 20.000 per penyelesaian dokumen. Ini belum termasuk “uang jalan” pos-pos polisi di luar pelabuhan di mana truk-truk lewat, polisi lalu-lintas, hansip, dan sebagainya.

  • Maois Tetap Eksis

    LANTARAN diserang, polisi India terlibat adu tembak dengan gerilyawan Maois di distrik Sukma, selatan negara bagian Chhattisgarh, India. “Mereka menembak mati sedikitnya sembilan gerilyawan Maois,” demikian diberitakan bbc.co.uk (16/4/2013). Konflik bersenjata bukan kali ini saja terjadi. Pada April 2010, gerilyawan Maois menyergap patroli tentara di sebuah hutan di Chhattisgarh, menewaskan 76 tentara. Ini dianggap serangan terburuk Maois terhadap pasukan keamanan India.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page