Hasil pencarian
9788 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Ketika Rumah Menteri Pekerjaan Umum Kena Gusur
PEMBANGUNAN Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) Jakarta Seksi 2B akan menggusur rumah pribadi Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Demikian kabar itu keluar dari akun twitter Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, pada 14 Mei 2019. Meski kabar itu belum pasti benar, perhatian khalayak telah banyak tertumpuk pada Basuki Hadimuljono. Sang menteri pun bilang penggusuran rumah pribadinya sebagai konsekuensi pembangunan. Mahfud MD memuji sikap Basuki. Sebab banyak pejabat tak rela memberikan pengorbanan untuk kepentingan masyarakat. Rencana penggusuran rumah Basuki mengingatkan pada sosok Martinus Putuhena. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum pada masa revolusi. Rumah kecilnya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kena gusur proyek pelebaran jalan pada 1976. “Kamar tamu terpotong sama sekali,” tulis Leentje Hendrika Betsy Wattimena alias Putuwati dalam Ir. Martinus Putuhena Menteri Pekerjaan Umum di Masa Revolusi.
- Ludruk, Awalnya Pekerjaan Parttime
STASIUN televisi SCTV mulai menayangkan Lokadrama Lara Ati perdana pada 15 Agustus 2022. Tayangan tersebut terinspirasi dari siaran ludruk Jawa Timur. Acara tersebut digagas Bayu Eko Moektito atau yang akrab disapa Bayu Skak, seorang YouTuber, komedian, penyanyi, dan penulis lagu. Bukan hanya lokadrama Lara Ati yang mewarnai jagat hiburan Indonesia dengan spirit kesenian ludruk. Sebelumnya, perjalanan grup lawak Srimulat diangkat menjadi film. Hal itu sampai menyedot apresiasi dari Walikota Solo Gibran Rakabuming. “Grup lawak asli Solo yang sudah berdiri sejak 1950 ini mampu menampilkan seni musik dan komedi yang melegenda,” kata Gibran dalam unggahan Twitter pribadinya pada 5 Mei 2022. Srimulat bermula dari kelompok seni keliling sekitar Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan nama Gema Malam Srimulat. Pendirinya adalah Teguh Slamet Rahardjo. Nama Srimulat sendiri diambil dari nama istri Teguh: Raden Ayu Srimulat. Beberapa tokoh hiburan terkenal di tanah air seperti Tessy, Tukul Arwana, Tarzan, Nunung, Kadir, dan Doyok muncul dari kelompok ini.
- Para Pekerja di Barat dan Timur Menyatukan Anda
PADA pagi hari yang cerah dan sejuk di musim semi tanggal 21 April 1931, para pengurus serikat buruh dan politisi Piet Moltmaker, Evert Kupers, dan Peter Danz melambaikan tangan kepada seribuan anggota serikat buruh di Ijmuiden yang mengibarkan bendera dan panji-panji, saat mereka berangkat ke Hindia. Band buruh Excelsior memainkan lagu “Internationale” sebagai ucapan selamat tinggal dan lagu “Untuk para pejuang kami” juga dinyanyikan bersama oleh ribuan buruh. Tujuan dari kunjungan delegasi ini adalah untuk mempelajari kondisi kerja di pemerintahan, pabrik dan perkebunan, serta mengajak serikat buruh Eropa dan Indonesia untuk bergabung dengan Serikat Buruh Belanda dan Konfederasi Serikat Buruh Internasional. “Awas, kaum proletar, dan bergabunglah dengan barisan kelas pekerja di seluruh dunia yang beradab dan ikutlah merayakan Hari Buruh, seperti yang biasa kalian lakukan pada tanggal 1 Mei!” tulis Piet Moltmaker dalam sebuah surat yang dikirim ke kampung halamannya dengan penuh semangat, dari kapal saat perjalanan.
- S.K. Trimurti, Jurnalis Perempuan Pemberani Diangkat Menjadi Menteri Perburuhan
PRESIDEN Prabowo Subianto melantik para menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara hari ini, Senin (21/10/2024). Sehari sebelumnya, presiden kedelapan Republik Indonesia itu lebih dahulu mengumumkan sejumlah nama yang akan menjabat sebagai menteri dan pejabat setara menteri, serta wakil menteri di Istana Negara. Salah satu nama yang mencuri perhatian publik adalah Meutya Viada Hafid atau populer disebut Meutya Hafid. Penunjukannya sebagai Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, yang di era sebelumnya bernama Menteri Komunikasi dan Informatika, membuat Meutya menjadi perempuan pertama yang mengisi posisi tertinggi di kementerian tersebut. Karier politik Meutya dimulai ketika ia bergabung dengan Partai Golkar di tahun 2009. Ia kemudian ikut serta dalam kontestasi pemilihan umum anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara I. Pada 2010, perempuan kelahiran Bandung, 3 Mei 1978 itu berhasil melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR pengganti antar-waktu. Ia menggantikan posisi almarhum Burhanuddin Napitupulu. Pada pemilihan umum 2019, Meutya kembali terpilih menjadi salah satu anggota dewan legislatif. Pada periode 2019-2024 ini, Meutya menduduki jabatan ketua Komisi I DPR RI yang membidangi masalah pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan informasi.
- Kiprah Buruh Nasionalis
KETIKA dibui pada 1930, Sukarno didakwa atas tuduhan menebar kebencian terhadap pemerintah kolonial. Dalam kerangkeng penjara Sukamiskin di Bandung, pemimpin PNI itu menuliskan pidato pembelaannya. “Bangsa yang terdiri dari kaum buruh belaka dan menjadi buruh antara bangsa-bangsa, Tuan-tuan Hakim, –itu bukan nyaman! Tidakkah oleh karenanya, wajib tiap-tiap nasionalis mencegah keadaan itu dengan sekuat-kuatnya? Tidakkah hal ini saja sudah cukup buat membenarkan kami punya pergerakan?” kata Sukarno dalam pledoinya, Indonesia Menggugat. Semasa berdirinya yang singkat di zaman kolonial, PNI mempunyai pengaruh kuat di bidang perburuhan. Menurut Soenario dalam Banteng Segitiga, PNI berperan melahirkan serikat-serikat buruh: Persatuan Sopir Motoris Indonesia, Sarekat Anak Kapal Indonesia (SAKI) di Tanjung Priok, Persatuan Djongos Indonesia (PDI), dan Oost Java Spoor Bond Indonesia di Surabaya.
- Stadion Terbesar Dunia Stadion Buruh
PERANG Korea (1950-1953) jadi penanda pemisahan dua Korea. Gengsi berbau politis acap mewarnai persaingan Korea Selatan dan Korea Utara. Mulai dari budaya, senjata hingga olahraga. Khusus olahraga, Korea Utara (Korut) boleh bangga punya arena olahraga monumental yang diakui sebagai yang terbesar sekolong langit. Meski rezim terus berganti dan karakter pemerintahannya tetap represif, prestis bidang olahraga tak pernah dilupakan sejak rezim Kim Il-sung hingga cucunya Kim Jong-un. Selain prestasi, yang bisa dibanggakan Korut dalam olahraga tak lain adalah stadion. Negeri itu punya Stadion Rungrado 1 Mei atau Stadion May Day. Ia terletak di ujung selatan Pulau Rungra yang berada di tengah-tengah Sungai Taedong, tak jauh dari ibukota Pyongyang.
- Menyuarakan Nasib Buruh Perempuan
PADA peringatan Hari Perempuan Sedunia 2020, Aliansi Gerakan Perempuan Anti-Kekerasan (Gerak Perempuan) menyerukan untuk Melawan Kekerasan Sistematis terhadap Perempuan. Beberapa poin masalah yang diangkat ialah ketiadaan regulasi yang memberikan perlindungan terhadap perempuan baik dalam undang-undang maupun peraturan turunannya serta kondisi kerja yang tidak ramah perempuan. Contoh paling anyar ialah nasib buruh PT Alpen Food Industri (PT AFI) yang memproduksi es krim Aice. Mereka mengeluhkan kondisi kerja yang tak sejalan dengan ketentuan. Beberapa di antaranya, diskriminasi pengupahan, risiko mengalami pelecehan dan kekerasan seksual, kontaminasi lingkungan, dan shift kerja ibu hamil pada malam hari. Dalam rilisan persnya, Gerak Perempuan menyebutkan akibat dari kondisi kerja yang eksploitatif ini, sepanjang 2019, terjadi 14 kasus keguguran yang dialami buruh perempuan dan 6 orang lainnya kehilangan bayi yang baru dilahirkan.
- MS Kaban, Cheng Ho, dan Buruh Cina
JUMAT (11/1), M.S. Kaban selaku bekas menteri kehutanan era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kini menjabat Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang, berkicau begini –dengan pengubahan redaksional seperlunya– dalam akun twitter pribadinya: “Cheng Ho pernah membawa puluhan kapal lengkap dengan pasukan untuk menyerang Majapahit karena tidak mau tunduk membayar upeti kepada kaisar China. Di era Presiden Jokowi, mendarat dengan aman dan tenang ribuan orang RRC di Morowali pakai pesawat China Airlines.” Di tengah sentimen anti-Cina yang acap dijadikan komoditas politik belakangan ini, ada tiga hal yang perlu diluruskan dalam kicauan tersebut.
- Kenangan yang Tertinggal di Tanamur
SEBUAH pahatan bertulis Tanamur di sisi kanan atas bangunan itu masih terbaca jelas. Pagarnya tertutup rapat. Hampir tak ada celah untuk mengintip. Tak ada juga tanda-tanda aktivitas manusia di dalamnya. Sepi. Hanya keadaan sekitar yang ramai pedagang makanan dan warung asongan. Kontras dengan suasana 40 tahun lalu saat hentakan musik disko memenuhi Tanamur, diskotek pertama dan tertua di Jakarta. “Kuping saya sampai pengang seharian setelah mengunjungi Tanamur malam itu,” kenang Firman Lubis. Firman, kini lebih dikenal sebagai penulis buku tentang sejarah Jakarta, saat itu baru menjadi dosen muda di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia dan kawan-kawannya mengunjungi Tanamur pada 1971. “Waktu itu saya ingin tahu seperti apa diskotek Tanamur,” kata Firman.
- Sejarah Klub Malam di Indonesia
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta memberikan penghargaan kepada diskotek Colosseum pada malam Anugerah Adikarya Wisata 2019 di Jakarta, 6 Desember 2019. Pemberian penghargaan itu diwakilkan oleh deputi gubernur DKI Jakata. Adikarya Wisata adalah penghargaan dari pemerintah DKI Jakarta untuk penggiat pariwisata di Jakarta. Tim juri Adikarya Wisata memandang Colosseum berkontribusi mempromosikan pariwisata di Jakarta sehingga layak menerima penghargaan. Mengalahkan 30 nominator lain dalam kategori serupa. Di samping kategori diskotek dan klub malam, Adikarya Wisata mempunyai 30 kategori penghargaan lain. Antara lain bar, restoran, maskapai penerbangan, dan hotel. Keputusan tim juri menuai celoteh minor dari banyak kalangan. Mereka menilai Colosseum tak pantas menerima penghargaan lantaran pernah menjadi tempat transaksi narkoba. Sebagian lainnya berkeberatan karena melihat keberadaan diskotek dan klub malam tidak sesuai dengan norma agama.
- Jenderal Disko
MENTERI Pertahanan Prabowo Subianto, yang juga calon presiden, ingin memakmurkan petani di Indonesia. Bahwasanya petani bukanlah profesi yang menyusahkan, bahkan bisa membanggakan. Dengan demikian, jumlah petani produktif akan terus meningkat; anaknya petani mau jadi petani. Isu tersebut disampaikan Prabowo dalam acara “Dialog Capres bersama Kadin”, pada 12 Januari 2024 silam. Prabowo mencontohkan kehidupan petani di desa-desa di Jerman. “Saya pernah ke desanya Jerman. (Petaninya, red.) bau tai sapi, tapi mobilnya Golf. Rumahnya bagus. Dia kerja di ladang, sore-sore sudah langsung ganti baju. Malam-malam dia dansa di disko. Anak-anak muda mau jadi petani di Jerman. Kita harus bikin anak-anak muda Indonesia mau jadi petani di Indonesia,” imbuhnya. Gara-gara pernyataan visioner sekaligus kontroversi itu, lema disko sempat ramai mewarnai linimasa sosial media. Disko merupakan irama musik dari piringan hitam yang membuat penikmatnya bakal berajojing ria. Ia biasanya disajikan di diskotek atau klub malam dengan fasilitas musik piringan hitam. Di Indonesia, alunan musik disko mulai menggeliat sejak dekade 1970-an, seiring menjamurnya diskotek di kota-kota besar.





















