top of page

Para Pekerja di Barat dan Timur Menyatukan Anda

Delegasi Persatuan Serikat Buruh Belanda berkunjung ke Hindia Belanda. Menyaksikan penderitaan para buruh, mengajak serikat buruh bergabung dengan serikat buruh dunia, serta mengunjungi Sukarno di penjara.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 29 Jul 2024
  • 9 menit membaca

Diperbarui: 1 Mei

PADA pagi hari yang cerah dan sejuk di musim semi tanggal 21 April 1931, para pengurus serikat buruh dan politisi Piet Moltmaker, Evert Kupers, dan Peter Danz melambaikan tangan kepada seribuan anggota serikat buruh di Ijmuiden yang mengibarkan bendera dan panji-panji, saat mereka berangkat ke Hindia.  


Band buruh Excelsior memainkan lagu “Internationale” sebagai ucapan selamat tinggal dan lagu “Untuk para pejuang kami” juga dinyanyikan bersama oleh ribuan buruh. Tujuan dari kunjungan delegasi ini adalah untuk mempelajari kondisi kerja di pemerintahan, pabrik dan perkebunan, serta mengajak serikat buruh Eropa dan Indonesia untuk bergabung dengan Serikat Buruh Belanda dan Konfederasi Serikat Buruh Internasional.


“Awas, kaum proletar, dan bergabunglah dengan barisan kelas pekerja di seluruh dunia yang beradab dan ikutlah merayakan Hari Buruh, seperti yang biasa kalian lakukan pada tanggal 1 Mei!” tulis Piet Moltmaker dalam sebuah surat yang dikirim ke kampung halamannya dengan penuh semangat, dari kapal saat perjalanan.  

    Ingin membaca lebih lanjut?

    Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

    bg-gray.jpg
    Sederet jabatan diemban Sudiro sejak Indonesia merdeka. Di Dewan Konstituante, Sudiro sudah menyuarakan isu HAM.
    bg-gray.jpg
    Sejak awal menjadi pejabat, Sudiro ditempatkan di daerah konflik. Dimulai dari Surakarta, berakhir di Sulawesi yang penuh pergolakan.
    bg-gray.jpg
    Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
    bg-gray.jpg
    Sudiro berjuang melalui pendidikan dan partai politik, membuatnya masuk daftar hitam. Pengikut Sukarno ini dipenjara hingga sempat tak bisa berbicara.
    Berbisnis sejak jadi tentara, M.F. Lichtendahl kerap tersangkut tindakan ilegal.
    Berbisnis sejak jadi tentara, M.F. Lichtendahl kerap tersangkut tindakan ilegal.
    Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
    Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
    Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
    Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
    Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
    Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
    Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
    Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
    Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
    Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
    transparant.png
    bottom of page