top of page

Hasil pencarian

9832 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Enam Muslim Pionir di Sepakbola Prancis

    PERSEPAKBOLAAN Prancis turut terguncang oleh pernyataan kontroversial Presiden Emmanuel Macron pada 2 Oktober 2020. Ia menyatakan akan menetapkan undang-undang (UU) tentang sekularisme lantaran menganggap Islam kini sudah menjadi agama yang berada di ambang krisis. Pernyataan itu diperparah dengan pidatonya pada 21 Oktober 2020 setelah munculnya kasus pemenggalan Samuel Paty, guru sejarah di Paris, oleh seorang imigran muslim Chechen. Paty dibunuh setelah memamerkan karikatur Nabi Muhammad SAW di hadapan murid-muridnya. “Kita tidak akan menghentikan kartun-kartun, gambar-gambar, bahkan jika yang lain menghentikannya. Sang guru (Paty) dibunuh karena ia mewakili republik. Kami akan melindungi kebebasan yang Anda ajarkan dan kami akan membawakan sekularisme,” cetusnya di Universitas Sorbonne, dinukil Euronews, 21 Oktober 2020.

  • AMX-13 Tank Prancis Rasa Amerika

    BAK mobil balap, tank ringan AMX-13 milik Batalyon Kavaleri 4 Kodam III/Siliwangi memacu kecepatannya saat berbelok dari arah PLTA Saguling ke arah Rajamandala, Kabupaten Bandung pada Kamis (10/9/2020). Deru mesinnya begitu sangar. Dasar sial, salah satu AMX-13 yang ngebut itu hilang kendali. Sebuah gerobak penjual tahu dan sejumlah sepeda motor yang terparkir di dekatnya langsung jadi korban serudukannya. Untung tiada jatuh korban jiwa. Menurut Kapendam III/Siliwangi Kolonel (Inf) FX Sri Wellyanto dalam keterangan tertulisnya, rombongan AMX-13 itu sedang melakoni latihan uji siap tempur setingkat kompi. Atas insiden itu, pihak batalyon akan mengganti rugi empat motor dan sebuah gerobak nahas itu.

  • Pulau Buru dalam Kenangan Penjelajah Prancis

    KEJADIAN pilu itu akan terkenang sepanjang hidupnya. Terombang-ambing di atas kapal tanpa sedikitpun makanan menjadi derita teramat pedih Louis de Bougainville. Penjelajah Prancis tersebut harus berjuang melawan rasa lapar dan ganasnya ombak samudera selama berbulan-bulan. Sejatinya mereka akan menuju Batavia, sebelum melanjutkan perjalanan ke India. Namun, kondisi angin membuat para pelaut ini kehilangan arah hingga akhirnya tiba di sebuah pulau, yang kemudian mereka sebut Boero (Buru). Bagi mereka Buru adalah surga. Surga yang tergapai setelah terjerat jurang neraka. Sekira pukul 10 malam pada suatu hari di bulan September 1768, pijar api dari Pulau Buru telah menyelamatkan Bougainville dan anak buahnya. Para awak terus mengikuti keberadaan cahaya tersebut sampai nampak sebuah daratan. Namun Si Kapten tidak buru-buru menurunkan jangkarnya. Ia tidak ingin kedatangan mereka malah mengusik pemilik pulau tersebut. Dalam catatan perjalanannya, A Voyage Round the World: Performed by Order of His Most Christian Majesty in the Years 1766-1769, Bougainville menyebut kalau ia telah mengetahui jika Belanda berkuasa di sana. Tetapi karena kekurangan informasi tentang situasi politik di Eropa, maka ia harus berhati-hati dalam membuat keputusan. Meski begitu, keadaan di atas kapal memaksa Bougainville untuk segera mencari bantuan. Semua orang sudah benar-benar kelaparan. Ditambah setengah anak buahnya membutuhkan perawatan medis akibat penyakit kulit yang mereka derita.

  • Akhir Tragis Seorang Atlet Prancis

    SOROT matanya tajam. Meski posturnya hanya setinggi 5,5 kaki (165 cm), Violette Morris “memelihara” otot di berbagai bagian tubuhnya. Gadis Prancis itu perawakannya tak feminim. Hal itu membuat hidupnya kerap dikitari kontroversi. Namun, sejatinya dia dikenal sebagai atlet multitalenta. Lahir sebagai anak bungsu dari enam bersaudari pada 18 April 1893, Violette dianugerahi fisik yang atletis. “(Fisiknya) digambarkan seperti raksasa. Ukuran bisepsnya hampir 14 inci –seukuran rata-rata leher wanita. Namun sebenarnya tingginya hanya 5,5 kaki. Fisiknya sangat, sangat kuat,” ungkap sejarawan Anne Sebba dalam Les Parisiennes: How the Women of Paris Lived, Loved and Died in the 1940s. Sejak belia hingga dewasa, Violette menggandrungi beragam cabang olahraga. Namun, dia terpaksa menghentikan hobinya menyusul pecahnya Perang Dunia I. Baru setelah perang usai Violette kembali menggeluti olahraga. Prestasi mulai berdatangan di cabang atletik nomor lempar lembing dan tolak peluru.

  • Demi Gaji Tinggi, Orang Prancis Jadi Tentara KNIL

    REKRUTMEN anggota Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) menarik minat orang Eropa, terutama dari Prancis. Mereka bersedia dikirim ke Hindia Belanda karena tergiur iming-iming gaji yang tinggi. Jean Roecher, mantan atase militer Prancis di Jakarta, mengungkapkan, sebelum akhirnya KNIL resmi terbentuk tahun 1830, Belanda memerlukan banyak orang untuk bertempur di Hindia Belanda. Mereka pun merekrut dan mendatangkan orang asing ke Hindia Belanda. “Khususnya untuk perang di Aceh butuh banyak serdadu. Di Nusantara sudah banyak yang meninggal karena pertempuran dan penyakit,” kata Roecher dalam bedah bukunya yang ditulis bersama Iwan Santosa, KNIL: Perang Kolonial di Nusantara Dalam Catatan Prancis, di Gramedia Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/6).

  • Duta Prancis di Kesultanan Banten

    JEAN BAPTISTE DE GUILHEN, Pilavoine, dan Calmel lalu mendapat tugas mengurus loji Prancis di Banten yang baru didirikan. Sultan Banten Ageng Tirtayasa memberi izin pendirian loji Prancis sebagai balasan atas niat baik Prancis yang berjanji membantu Banten dalam usahanya mengalahkan Palembang. Sultan juga berjanji akan memberikan konsesi di Bangka Belitung, yang meminta perlindungan Banten, kepada Prancis kelak ketika kepulauan itu sudah lepas dari Palembang. Tugas pertama, mencari muatan untuk kapal Saint Francois, berhasil diselesaikan Guilhen dengan baik. Dia mendapatkan 2500 bahar lada hitam, di antaranya didapatkan langsung dari Syahbandar Kaytsu. Perniagaan kompeni Prancis di Banten kian lancar berkat tangan dingin Guilhen, meski tak selalu semulus seperti diperkirakan sebelumnya. Guilhen, misalnya, dengan mudah mendapatkan pinjaman 20 ribu real dari sultan saat sebuah kapal Prancis tiba dengan muatan terlalu sedikit pada 28 Mei 1680.

  • Jejak Orang Prancis di Kesultanan Banten

    AKUNTAN sekaligus ahli tekstil Prancis, Jean Baptiste de Guilhen, masih menyelesaikan pembukuan perusahaannya. Suara langkah terdengar memasuki rumahnya pada malam di tahun 1668. Dia mengambil senjata dan menembak dua orang yang dia anggap rampok itu. Seorang tewas, seorang lagi berhasil diselamatkan. Ternyata, kedua orang itu anak buahnya yang tinggal serumah di Beaucaire, Prancis. Guilhen tak pernah menduga peristiwa itu bakal mengubah jalan hidupnya. Lahir di Tarascon, Foix, Prancis pada 8 September 1634, Guilhen merupakan anak keluarga borjuis kaya yang menganut Katolik taat. Sejak kecil dia dititipkan ke neneknya, seorang Katolik puritan, agar mendapat pendidikan yang baik. Selain itu, dia mendapat pendidikan ilmu umum dari guru privat. Minat belajar besar dan dia berbakat. Setahun setelah neneknya meninggal, dia berangkat ke Lyon. Menurut Claude Guillot dalam Banten: Sejarah dan Peradaban Abad X-XVII, pada 1649, ayahnya memutuskan untuk menghentikan pendidikannya dan mengirimnya ke Lyon untuk bekerja di sebuah perusahaan perdagangan tekstil ternama. Ayahnya menyuruh dia bekerja di perusahaan tekstil ternama. Dia memulai kariernya dari penjaga gudang.

  • Saat Michael Jackson Mendamaikan Gangster Bebuyutan

    KESUKSESAN single “Beat It” ternyata belum membuat Michael Jackson benar-benar puas. Ia pun menyempurnakannya dengan video klip yang berbeda. Namun, untuk mendapatkan video klip yang diinginkannya ternyata ongkosnya sekira 150 ribu dolar. Alhasil Jackson mesti berkorban. “Video musik ‘Beat It’, seperti juga (lagu) ‘Thriller’, cenderung ibarat film pendek ketimbang video lagu biasa. Perusahaan rekaman Jackson, CBS (yang menaungi label Epic), menolak menanggung biaya videonya saat itu jadi Jackson mesti menalangi seluruh ongkos produksi dari koceknya sendiri,” tulis Emmet George Price dalam Encyclopedia of African American Music. Berdurasi 4 menit 59 detik video klip itu digarap sutradara Bob Giraldi dibantu Ralph Cohen, Antony Payne, dan Mary M. Ensign dari rumah produksi GASP. Produksinya dilakukan pada 9-10 Maret 1983 di kawasan Skid Row di Los Angeles.

  • Tangan Dingin Eddie van Halen di Balik Hit Michael Jackson

    SEJAK lepas dari grup band yang berisi para saudaranya, The Jackson 5, Michael Jackson mulai bersinar sebagai solois. Dari sekian karyanya, tembang “Beat It” yang rilis pada 1983 tak hanya melejitkan album keenamnya, Thriller, tapi juga jadi album paling laris hingga membuatnya mulai jadi ikon pop culture dunia. Lagu “Beat It” yang diciptakan sang “Raja Pop” pada 1982 dan di-launching di bawah label Epic pada Hari Valentine 1983 itu punya komposisi musik yang unik –hasil aransemen gitaris rocker Eddie Van Halen– sekaligus punya makna tersendiri bagi Jackson. Di balik lirik dan beat hard rocknya, Jackson menyisipkan pesan untuk generasi muda di manapun yang rentan dengan kehidupan jalanan. “Saya memang ingin menulis lagu, sejenis lagu yang akan saya beli jika saya ingin membeli sebuah lagu rock. Itu pendekatan saya dan saya ingin ingin anak-anak bisa menikmatinya, anak-anak sekolah hingga mahasiswa,” kata Jackson dikutip Majalah Ebony edisi Mei 1984.

  • Serba-serbi Hewan Kesayangan Michael Jackson (Bagian I)

    SANG “Raja Pop” Michael Jackson mengembuskan nafas terakhirnya pada 25 Juni 2009 akibat malapraktik dokter pribadinya. Ia tak hanya meninggalkan keluarga tapi juga warisan beraneka properti, termasuk kebun binatang di Neverland Ranch. Neverland Ranch merupakan properti yang bukan sekadar kediaman mewahnya. Di properti yang dimiliki Michael sejak 1988 itu juga terdapat taman hiburan dan kebun binatang tempat Michael mengoleksi sejumlah hewan peliharaannya. Michael mengoleksi setidaknya 130 fauna eksotis dari 50 spesies berbeda. Di antaranya enam ekor jerapah, seekor beruang, 20 burung langka, tiga ekor gajah, empat harimau, tujuh kera, dan tiga simpanse. Hampir semua fauna malang itu tidak diketahui nasibnya setelah Neverland Ranch terbengkalai sampai kemudian penulis dan aktor Ross Kemp menguliknya via dokumenter Searching for Michael Jackson’s Zoo with Ross Kemp (2022). Beberapa mantan pelatih kebun binatangnya dan pakar primata yang pernah rutin mengecek kebun binatang itu diwawancarainya.

  • Serba-serbi Hewan Kesayangan Michael Jackson (Bagian II)

    SEJAK disidang atas kasus dugaan pelecehan anak, Michael Jackson sudah tak pernah lagi kembali ke Neverland Ranch meski dia diputuskan tak bersalah dan divonis bebas Pengadilan Tinggi Santa Barbara County pada 13 Juni 2005. Neverland Ranch merupakan wisma dengan taman hiburan dan kebun binatang di Los Olivos, California yang ia miliki sejak 1988 hingga empat tahun sebelum kematiannya pada 25 Juni 2009. Setelah Michael tak lagi meninggalinya, Neverland mulai mangkrak dan akhirnya dijual pada 2009. Meski begitu, propertinya baru laku terjual pada 2020 dan nahasnya, banyak hewan peliharaan yang tak terurus sejak 2005 bernasib pahit. Hal itu terungkap lewat film dokumenter Searching for Michael Jackson’s Zoo with Ross Kemp (2022). “Untuk seseorang yang menghabiskan banyak waktu dalam kariernya menuding para kritikus terhadapnya sebagai orang-orang bodoh, mungkin itu juga berlaku buat Jackson terkait perlakuannya terhadap binatang, atau mungkin lebih buruk karena ia tahu bagaimana merawatnya dengan layak namun pada akhirnya ia tak melakukannya,” kata Kemp saat menarasikan dokumenter tersebut.

  • Asam Garam Jacksen F. Tiago di Indonesia (Bagian I)

    TIDAK sedikit pesepakbola legendaris yang tak pernah bisa jauh dari urusan permainan si kulit bundar. Jacksen F. Tiago bukan pengecualian. Selepas gantung sepatu pada 2001, hingga kini ia tetap berkecimpung di dunia sepakbola. Sebagai pelatih. Padahal, kalau dari segi usia saat pensiun, 33 tahun, Jackson terbilang masih cukup “muda” bila dibandingkan legiun asing lain di jagat persepakbolaan Indonesia. Keith Kayamba Gumbs asal St. Kitts and Nevis yang melegenda di Sriwijaya FC pensiun di umur 41 tahun pada 2013. Cristian Gonzales asal Uruguay yang sejak 2010 menjadi warga negara Indonesia (WNI) bahkan yang kini hampir 50 tahun usianya juga belum mau pensiun. “Kalau saya merasa sudah tidak bisa bersaing di satu tempat, saya harus cari hal lain di mana saya masih bisa bersaing. (Pensiun) ini sudah waktu yang tepat dan beralih jadi pelatih karena saya juga selalu fokus pada masa depan,” kata Jacksen di siniar Sportcast77: “Jacksen F. Tiago Buka-bukaan di Depan Mamat Alkatiri dan Coach Riphan!!” di Youtube Sport77 Official, 19 September 2022.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
bottom of page