top of page

Hasil pencarian

9631 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Partai Murba Seperti Tan Malaka

    PEMBAHASAN mengenai Tan Malaka sudah sering dimuat di berbagai media massa. Tak berbilang banyaknya orang membahas bapak republik itu di media sosial. Pendeknya, Tan Malaka kini menjadi buah bibir banyak orang setelah berpuluh tahun dilupakan. Kisah petualangan politiknya serupa cerita detektif yang selalu menarik untuk dibicarakan. Namun demikian sedikit saja pembahasan tentang partainya, Murba. Partai yang didirikan pada 7 November 1948 itu tak pernah sempat dia ketuai. Tan Malaka hanya mendirikannya dan lantas menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada kader-kadernya. Dia memilih untuk berkeliling, menempuh jalan gerilya walaupun kemudian mati di ujung senapan saudara sebangsa. Partai Murba sempat hidup lama. Paling tidak melintasi masa kemerdekaan sampai kemudian peralihan kekuasaan dari Sukarno ke Soeharto, hingga tiba masa fusi pada 1973 yang menghilangkan eksistensi partai era revolusi ini dari atas panggung politik nasional. Tapi peran dari tokoh-tokohnya masih lumayan terlacak. Sebut saja semisal Adam Malik. Adam Malik, si kancil cerdik, bisa selamat melampaui zaman pancaroba kekuasaan. Dia berjaya di masa Sukarno, dan tak tergusur di era Soeharto. Sedangkan sederet tokoh Partai Murba lain eksis sebagai politikus yang mengkader anak-anak muda penerus ideologi Murba, salah satunya Wasid Suwarto. Tapi Partai Murba seperti Tan Malaka. Ia bergelap-gelap dalam terang dan berterang-terang dalam gelap. Partai ini sempat hidup kembali setelah Soeharto jatuh, menjadi peserta Pemilu 1999. Namun, lagi-lagi sebagaimana yang pernah dialami pada Pemilu 1955, Partai Murba gagal meraih kursi di dalam parlemen. Historia  merekam perjalanan Partai Murba, mulai berdiri hingga mati suri dan lantas berdiri lagi di masa Reformasi untuk kemudian tenggelam lagi. Partai yang punya akar sejarah ke masa lalu seorang tokoh legendaris dalam sejarah di Indonesia itu ternyata tak membantu eksistensinya. Tapi paling tidak partai era revolusi itu pernah mewarnai sejarah Indonesia. Berikut ini laporan khusus Partai Murba: Partai Pamungkas Tan Malaka Riwayat Laskar Rakyat Jalan Murba Menuju Pertempuran Media Massa Murba Murba Berseteru dengan PKI Dalih Pembubaran Murba SOBRI Bukan SOBSI PRRI Kecil Hingga Pulau Terpencil Perwamu dari Politik Hingga Sosial Perta Membendung Pengaruh BTI Mahasiswa Murba Berburu Tikus Okra Menjalin Kerjasama Budaya Murba Hidup Lalu Redup Senjakala Partai Murba Misi Murba dalam PDI Murba Bangkit Lagi Gagal Lagi

  • Beda Cara Polisi Dulu dan Sekarang dalam Berpolitik

    BELAKANGAN ini, isu “partai coklat” ramai diperbincangkan. Kemunculannya seiring dengan pemilihan kepala daerah 2024 yang telah dilangsungkan beberapa hari lalu. Sejumlah politisi yang “melahirkan” istilah tersebut. Bagi mereka, apa yang dimaksud partai coklat adalah keterlibatan oknum polisi dalam pemilu sekarang.

  • Arsip Merekam Anak Yatim Zaman Kolonial

    SEBELUM abad ke-19, bangsa Eropa yang berlayar ke Nusantara (Hindia Timur) adalah kaum laki-laki. Setibanya di Kepulauan Nusantara, banyak dari mereka yang kawin dengan wanita setempat. Anak-anak hasil kawin silang lintas ras ini menghasilkan kelompok etnik baru yang disebut keturunan mestizo. Bagi yang orang tuanya berkebangsaan Belanda, anak-anak mereka disebut Indo-Belanda.

  • Munculnya Si Doel (Bagian I)

    BELAKANGAN ini, seiring Pilkada 2024, nama Si Doel muncul lagi. Aktor kawakan dan politikus Rano Karno yang mempopulerkannya kembali seiring Pilkada yang diikutinya. Rano menggunakan “Si Doel” di belakang namanya. Alasannya, agar masyarakat tidak kebingungan antara nama aslinya dan nama panggungnya karena toh pihaknya mengklaim nama “Si Doel”, yang identik dengannya sejak 1990-an, hasil aspirasi masyarakat.

  • Dulu Hoegeng Jadi Menteri Iuran Negara

    DI tengah isu naiknya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen, badan dan jabatan baru muncul dalam kabinet Prabowo-Gibran. “Badan Penerimaan Negara menjadi Kementerian Penerimaan Negara. Menterinya sudah ada," kata Hashim Djojohadikusumo, anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo.

  • Munculnya Si Doel (Bagian II)

    DARI sebuah bukit dekat kober (kuburan) Tionghoa, Abdoel Hamid alias Si Doel (diperankan Rano Karno) berlari menyusuri jalan setapak sembari bersenandung, "Anak Betawi... ketinggalan zaman...” Saat itu juga keempat kawannya yang bergelantungan di pepohonan langsung menimpali: “Katenye...”

  • Anak Petani Jadi Jutawan Berkat Jualan Sikat

    “ YOU are never denied, only redirected ,” kutipan dari seorang model dan ratu kecantikan asal Filipina, Catriona Gray ini seakan menggambarkan perjalanan hidup salah satu pebisnis paling sukses di Amerika Serikat, yaitu Alfred Carl Fuller. Pendiri perusahaan Fuller Brush Company ini di masa mudanya pernah tiga kali dipecat dari pekerjaan sebelum menjadi orang yang berperan penting dalam industri alat rumah tangga, khususnya sikat.

  • Akibat Bantuan untuk Penduduk Papua Dikorupsi

    KEKACAUAN seakan tak pernah sirna dari Tanah Papua. Beberapa jam lalu, seorang warga sipil tewas ditembak anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Korban yang berusia 19 tahun merupakan pelajar. “Seorang warga sipil meninggal dunia. Sementara dua lainnya berhasil diselamatkan oleh aparat gabungan,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz-2024 Brigjen Faizal Ramadhani, dikutip detik.com , 4/12/24.

  • Melacak Jejak Silam Freeport Mengeksploitasi Bumi Papua

    PADA 1959, Jean Jacques Dozy, seorang geolog anggota Ekspedisi Colijn yang pernah melakukan pendakian ke Puncak Cartenz pada 1936, kedatangan seorang tamu. Si tamu tadi bertanya kepadanya tentang keadaan Papua yang pernah dikunjunginya. “Katanya Anda pernah mengunjungi New Guinea (nama Papua saat itu,  red. ) dan menemukan badan bijih ( ore body ) ini. Seberapa besarnya?” tanyanya pada Dozy, sebagaimana dikutip dari buku Grasberg karya George A. Mealey.

  • Burung Parrot dan Kisah Cinta Presiden Amerika

    PRESIDEN Amerika Serikat Andrew Jackson memiliki banyak hewan peliharaan. Salah satu yang paling terkenal adalah seekor burung parrot bernama Poll. Kehadirannya di prosesi pemakaman sang presiden menghebohkan para pelayat. Poll juga menjadi bukti besarnya cinta Andrew kepada istrinya, Rachel Donelson. Kisah cinta mereka disebut paling legendaris di Negeri Paman Sam.

  • Munculnya Si Doel (Bagian III–Habis)

    SAYUP-SAYUP terdengar lantunan adzan mengiringi monolog Sabeni (diperankan Benyamin Sueb) sembari menatap hampa ke langit petang di halaman belakang rumahnya. Di belakangnya, Kasdoellah alias Si Doel (Rano Karno) menyarungkan goloknya usai memotong kayu bakar lalu ikut hanyut mendengarkan ocehan Sabeni, babenya itu.

  • Mengenal Tang Soo Do dari Cobra Kai

    AULA di dojo  Miyagi-Do di West Valley, California yang tenang mendadak digelayuti nuansa kekhawatiran ketika sensei  Daniel LaRusso (diperankan Ralph Macchio) berhadapan dengan kawan lamanya dari Okinawa, sensei Chozen Toguchi (Yuji Okimoto). Utamanya ketika Chozen mengingat beladiri agresif musuh yang akan mereka hadapi bersama, sensei  Terry Silver (Thomas Ian Griffith), yang belum lama merebut dojo  Cobra Kai dari sensei John Kreese (Martin Kove).

bottom of page