top of page

Hasil pencarian

9741 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Napoleon yang Sarat Dramatisasi

    DI tendanya yang terletak di padang pasir dekat Kairo, Mesir, Jenderal Napoleon Bonaparte (diperankan Joaquin Phoenix) makan siang dengan lahap beberapa waktu pasca-Pertempuran Piramida (21 Juli 1789). Sang adik Lucien Bonaparte (Matthew Needham) turut menemani di hadapannya. “Apakah ada batasan dari hal yang mestinya aku katakan padamu?” ujar Lucien. “Seharusnya tidak ada,” jawab Napoleon. Lucien pun memberanikan diri membongkar rahasia bahwa Joséphine (Vanessa Kirby), istri Napoleon, main serong dengan seorang perwira muda Hippolyte Charles (Jannis Niewöhner). Napoleon pun langsung menatap nanar dan selera makannya hilang mendengar kabar tak sedap itu.

  • Para Perempuan dalam Buaian Napoleon

    SUATU malam di sebuah pesta pada akhir abad ke-18, sesosok puan jelita berambut pendek (diperankan Vanessa Kirby) mencuri perhatian Napoleon Bonaparte muda (Joaquin Phoenix). Pun juga sebaliknya. Di tengah keriuhan bangsawan dan perwira yang berpesta, keduanya sama-sama merapat untuk menuntaskan rasa penasaran, siapa gerangan dirinya? Saat itu nama Napoleon baru mulai naik daun. Perwira muda asal Pulau Korsika itu belum lama “menyelamatkan” revolusi Prancis dengan meraih kemenangan genting di Pengepungan Toulon (29 Agustus-19 Desember 1793).

  • Leon Salim Bocah Pergerakan Nasional

    MOHAMAD Noer dan Idroes pusing pada hari itu. Guru kelas dan guru kepala di Vervolgschool (Sekolah Sambungan) milik pemerintah di Danguang-Danguang itu harus menyambut kedatangan Inspektur Pendidikan Pribumi yang seorang Belanda. Tiga siswa mereka dipanggil hari itu. Siswa-siswa itu dihadapkan ke inspektur Belanda tersebut. “Mulai hari ini Tuan tidak boleh lagi bersekolah di sini. Tuan dikeluarkan. Tuan tidak akan diterima belajar di sekolah-sekolah gubernemen (pemerintah) karena tuan mendirikan dan memimpin Barisan Pemuda,” kata si inspektur kepada ketiga siswa tadi. Ketiga siswa itu terkejut. Mereka tidak menyangka akan diperlakukan seperti itu. Kejadian yang terkisah dalam Pengalaman Tak Terlupakan Pejuang Kemerdekaan Sumbar-Riau itu terjadi pada 1925.

  • Siapakah Molotov yang Jadi Nama Bom

    POLDA Jawa Timur mengamankan tiga mini bus yang membawa rombongan yang diduga akan mengikuti aksi 22 Mei di Jakarta. Saat diperiksa di mobil itu ditemukan cairan dan botol yang diduga bom molotov. “Ada empat botol. Ada satu kotak lain, belum kami lihat. Barang itu tadi, kalau saya lihat, botol yang berbau minyak tanah, semacam bom molotov, kita akan dalami ini,” kata Irjen Pol. Luki Hermawan, Kapolda Jawa Timur, dikutip kumparan.com . Bagaimana sejarah bom molotov dan siapa Molotov? Bom molotov diciptakan orang-orang Finlandia untuk mengejek Vyacheslav Molotov, Menteri Luar Negeri Uni Soviet.

  • Maukar Mengincar Bung Besar

    LETKOL (Pnb.) Heru Atmodjo sudah lama berhenti dari Angkatan Udara. Diberhentikan tepatnya. Tapi dia masih ingat Daniel Maukar, pilot muda cemerlang yang selalu digadang-gadangnya. “Dia murid saya, dia orangnya cerdas dan pemberani,” kata Heru kepada  Historia pada 2010. Karena berani dan termasuk ke dalam jajaran pilot yang unggul, Dani, demikian panggilan akrabnya, dapat posisi sebagai pilot tempur. Kesempatan yang jarang diberikan kepada pilot kecuali mereka yang terpilih dan lolos seleksi ketat. “Maukar salah satu yang kami anggap bagus. Makanya dia jadi pilot tempur,” kenang Heru. Heru meninggal pada 29 Januari 2011. Sempat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata sebelum tiga bulan kemudian kuburannya digali dan jasadnya dipindahkan ke Bangil, Sidoarjo, Jawa Timur. Kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dia tak pantas dikuburkan di sana karena terlibat peristiwa G30S 1965.

  • Asal Usul Jalan Tol di Indonesia

    MENJELANG akhir bulan puasa tahun 2015, Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol terpanjang di Indonesia, yaitu Cipali atau Cikopo-Palimanan. Selanjutnya, ada beberapa proyek tol yang sedang dibangun, seperti Solo-Kertosono, Balikpapan-Samarinda, empat ruas tol Sumatera, enam tol dalam kota Jakarta dan beberapa proyek tol lainnya. Orang yang pertama kali mengusulkan jalan tol adalah Walikota Jakarta, Sudiro (menjabat tahun 1953-1960). Usulan jalan berbayar itu sebagai cara pemerintah daerah Kotapraja Jakarta mendapatkan dana tambahan untuk pembangunan. “Pemerintah Daerah Kota Praja Jakarta Raya berusaha keras, karena pengeluarannya terus meningkat, padahal subsidi dari pemerintah pusat tetap terbatas,” tulis Subagijo IN dalam Sudiro Pejuang Tanpa Henti.

  • Kisah Bintang Mahaputra untuk Yuri Gagarin

    Yuri Alekseyevich Gagarin adalah manusia bumi pertama yang mencapai luar angkasa. Pada 12 April 1961, kosmonot Uni Soviet itu berangkat ke luar angkasa menggunakan pesawat antariksa Vostok-1. Penerbangan itu berjalan dengan sukses. Selama 108 menit, Gagarin mengitari orbit bumi.   Keberhasilan Gagarin terbang ke luar angkasa memukau seluruh dunia. Begitu mendarat kembali ke bumi, dia disambut bagaikan pahlawan umat manusia. Berbagai suratkabat dari berbagai negara kemudian memberitakan sosok Yuri Gagarin. Pemberitaan itu sampai pula ke Indonesia dan turut memantik apresiasi Presiden Sukarno. Pada Juni 1961, Bung Karno bahkan menganugerahi tanda jasa Bintang Mahaputra kepada Gagarin. Penghargaan prestisius itu makin mempererat hubungan Indonesia dengan Uni Soviet. Namun, terselip drama unik yang mengiringi kisah penyematan Bintang Mahaputra bagi Gagarin.

  • Yuri Gagarin Si Anak Petani yang Mengantariksa

    SENYUM hangat Yuri Gagarin kini bisa dilihat siapapun setelah diabadikan lewat patung setinggi 2,82 meter di Taman Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kosmonot pertama dunia yang mengantariksa itu berdiri gagah dalam bentuk patung perunggu dengan kedua tangannya ke atas mengiringi senyum khasnya. Didirikannya patung Gagarin diapresiasi positif banyak pihak. Salah satunya oleh Marsekal Muda (Purn) Tatang Kurniadi, ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) periode 2007-2015. “Baguslah itu. Jadi nilai yang bagus untuk mengingatkan generasi muda sekarang bahwa mereka menikmati komunikasi real time  seperti internet dan lain-lain berangkat dari revolusi dan eksplorasi ruang angkasa dari peluncuran satelit Sputnik 1 sampai Yuri Gagarin yang jadi manusia pertama di ruang angkasa,” ujar Marsda Tatang kepada Historia.

  • Yuri Gagarin dan Para Kosmonot Pahlawan Indonesia

    TAHUN ini genap tujuh dasawarsa pemerintah RI dan Rusia menjalin hubungan diplomatik. Sebagai pengikat agar hubungan kian erat, sebuah patung manusia pertama di angkasa, Yuri Gagarin, resmi dipasang di Taman Mataram, Jakarta pada Rabu (10/3/2021). Patung perunggu setinggi 282 cm dan berbobot 500 kg itu merupakan karya seniman Rusia Alexei Dmitrievitch Leonov. Peresmiannya dilakukan lewat penandatanganan prasasti di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (10/3/2021) oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar, Duta Besar Rusia untuk RI Lyudmila Vorobieva, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. “Gubernur DKI sampaikan: ‘kehadiran patung Yuri Gagarin memaknai keeratan warga Jakarta dengan Rusia, khususnya dalam mendukung sejarah 70 tahun hubungan kedua negara serta menciptakan ruang terbuka hijau yang sejuk dan nyaman bagi publik Jakarta. Sementara Deputi Walikota Moskow, Sergey Cheremin, mengapresiasi interaksi yang kuat dalam kerjasama kebudayaan antara Jakarta dan Moskow meski di tengah pandemi,” bunyi pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri RI di laman resminya , Kamis (11/3/2021).

  • Mengulik Lirik Indonesia Raya

    BELASAN pelajar dari SMP 14 Jakarta, pagi itu (28/10) mengunjungi Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya 106, dibawah pengawasan Adro’i Abdullah, guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. “Memberikan pelajaran sejarah seperti ini efektif untuk mengenalkan anak-anak dengan sejarahnya, tragis kalau anak-anak sampai tidak tahu,” ujarnya. Semakin siang, suasana di museum semakin meriah ketika datang serombongan remaja, dengan kemeja dan celana panjang putih, memasuki ruangan utama gedung itu. “Kami dari Cilay Ensemble, Jakarta, siang ini akan menyanyikan usulan revisi lagu Indonesia Raya, momentum 84 tahun Sumpah Pemuda dan museum ini sengaja kami pilih untuk lebih mudah diingat,” ujar Cilay, pemusik asal Padang, pendiri sekaligus pimpinan Cilay Ensemble. “Sumpah Pemuda tahun 1928 dilaksanakan pada hari minggu, dan tahun ini jatuh pada hari minggu pula, kami berpandangan ini kebetulan yang baik,” tambahnya.

  • Berdiri Menyanyikan Indonesia Raya

    KETUA Majelis Mujahidin Indonesia Irfan S. Awwas menolak berdiri saat peserta Kongres Umat Islam VI di Yogyakarta menyanyikan lagu Indonesia Raya , Rabu (11/2) lalu . Dia memilih menyanyi sambil duduk. Dia beralasan tak ada aturannya. Menurutnya, seperti dikutip tempo.co , berdiri saat menyanyikan lagu kebangsaan adalah sikap yang dibuat-buat. Bahkan, dia menuding mereka yang berdiri menyanyikan Indonesia Raya sebagai pengkhianat. Lagi Indonesia Raya diciptakan Wage Rudolf Supratman. Dia kali pertama memperdengarkan lagu itu melalui gesekan biolanya pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928, dan sebuah pertunjukan kesenian. “Pada kesempatan kedua itu beberapa orang mulai berdiri menghormati ketika Indonesia Raya dinyanyikan,” tulis St. Sularto, “Wage Rudolf Supratman Menunggu Pelurusan Fakta Sejarah,” Prisma , 5 Mei 1983.

  • Dolly Salim, Penyanyi Indonesia Raya Pertama di Kongres Pemuda

    DOLLY SALIM tak menyangka tanggal 28 Oktober 1928 akan menjadi hari bersejarah dalam hidupnya. Bersama Johana Tumbuan, rekannya dari Minahasa, mereka adalah segelintir pemudi yang menghadiri Kongres Pemuda II di Jalan Kramat Raya No 106 Jakarta. Dolly yang bernama lengkap Theodora Athia Salim masih remaja berusia lima belas tahun kala itu. Dia lahir pada 26 Juli 1913. “Semula saya menolak ajakan mereka. Maklumlah, kami belum memenuhi persyaratan dalam usia sebagai pemuda. Tetapi beberapa teman memaksa saya. Akhirnya saya pun ikut bersama-sama ke Kramat,” tutur Dolly, dikutip majalah Pertiwi, 19 Oktober-1 November 1987. Meski bukan sebagai anggota kongres, Dolly mewakili organisasi kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Natipij berada di bawah naungan Persatuan Pemuda Islam atau Jong Islamieten Bond (JIB), di mana ayah Dolly, Haji Agus Salim berkedudukan sebagai penasihat.

bottom of page