- 4 Nov 2023
- 6 menit membaca
Diperbarui: 9 Mar
LETKOL (Pnb.) Heru Atmodjo sudah lama berhenti dari Angkatan Udara. Diberhentikan tepatnya. Tapi dia masih ingat Daniel Maukar, pilot muda cemerlang yang selalu digadang-gadangnya. “Dia murid saya, dia orangnya cerdas dan pemberani,” kata Heru kepada Historia pada 2010.
Karena berani dan termasuk ke dalam jajaran pilot yang unggul, Dani, demikian panggilan akrabnya, dapat posisi sebagai pilot tempur. Kesempatan yang jarang diberikan kepada pilot kecuali mereka yang terpilih dan lolos seleksi ketat. “Maukar salah satu yang kami anggap bagus. Makanya dia jadi pilot tempur,” kenang Heru.
Heru meninggal pada 29 Januari 2011. Sempat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata sebelum tiga bulan kemudian kuburannya digali dan jasadnya dipindahkan ke Bangil, Sidoarjo, Jawa Timur. Kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dia tak pantas dikuburkan di sana karena terlibat peristiwa G30S 1965.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















