Hasil pencarian
9738 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- 24 Juli 1977: Rivalitas Sadat-Qadafi Akibatkan Mesir-Libya Perang Empat Hari
HARI ini, 24 Juli 1977, 44 tahun silam. Presiden Mesir Anwar Sadat mengeluarkan pengumuman tak diduga. Dia menyatakan gencatan senjata dalam Perang Empat Hari yang melibatkan Mesir dan tetangganya, Libya. Perang Empat Hari Libya-Mesir merupakan akumulasi dari konflik politik kedua negara bertetangga itu yang terus meningkat setelah Perang Yom Kippur (Oktober 1973). Pemimpin Libya Moammar Qadafi merasa “dikhianati” Sadat lantaran tanpa pemberitahuan Sadat menggandeng Suriah melancarkan serangan terhadap Israel, musuh bersama bangsa Arab. Perang Yom Kippur menempatkan Qadafi, yang amat mengagumi Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser dan aktif menggalang persatuan Arab sejak kematian Nasser pada 1970, pada posisi yang tidak dianggap.
- Para Firaun Perempuan Mesir Kuno
FIRAUN identik dengan laki-laki. Namun, bukan berarti masyarakat Mesir Kuno menolak sama sekali perempuan menjadi penguasa. “Mesir pada dasarnya adalah patriarki, [namun] ini tidak berarti bahwa tidak mungkin bagi wanita kerajaan untuk memegang posisi otoritas,” tulis Carolyn Graves-Brown, kurator Egypt Centre, University of Wales Swansea, dalam Dancing for Hathor, Women in Ancient Egypt. Sayangnya, perempuan tetap tak bisa lepas dari laki-laki ketika punya kesempatan memegang kendali pemerintahan. Menurut Kara Cooney, egiptolog dan arkeolog, dalam When Women Ruled the World: Six Queens of Egypt , perempuan naik ke singgasana hanya untuk memastikan laki-laki dalam urutan pewaris takhta berikutnya bisa masuk ke lingkaran kekuasaan.
- Merias Wajah Seperti Orang Mesir Kuno
SENI merias wajah telah dianggap penting sejak zaman kuno. Bahkan, orang Mesir Kuno menghubungkannya dengan kepercayaan dan kesehatan. Semua orang di Mesir Kuno menggunakan riasan wajah. Laki-laki maupun perempuan menggunakan riasan mata, pemulas bibir, dan pemerah pipi. Menurut Fenja Gunn dalam The Artificial Face, a History of Cosmetics , semua masyarakat dari budaya awal ini selalu lebih menonjolkan mata dibanding bagian wajah lainnya. “Mata selalu disebut sebagai cermin jiwa manusia dan di dunia kuno adalah simbol baik dan jahat,” jelasnya. Di Mesir Kuno, mata adalah simbol Dewa Matahari, Re. Simbol mata pun muncul secara signifikan dalam tulisan hieroglif. “Dengan demikian logis bahwa mata manusia harus diberikan perhatian khusus oleh aksentuasi kosmetik,” lanjut Gunn.
- Rahasia Membuat Mumi di Mesir Kuno
BELUM lama ini catatan kuno lain berisi tata cara mumifikasi yang lebih detail sekaligus tertua yang pernah ditemukan di Mesir Kuno, dipublikasikan. Naskah sepanjang 6 m itu diberi nama Papirus Louvre-Carlsberg. Dinamakan demikian karena setengah dari papirus adalah milik Museum Louvre di Paris dan separuh lainnya bagian dari Koleksi Papirus Carlsberg Universitas Kopenhagen. Dua bagian papirus ini awalnya adalah milik dua kolektor. Beberapa bagiannya masih hilang. Naskah itu tengah didalami oleh ahli Mesir Kuno, Sofie Schiødt untuk meraih gelar Ph.D. Berdasarkan paleografinya naskah itu diperkirakan berasal dari sekira 1450 SM.
- Mumi Berlidah Emas dari Mesir
BARU-baru ini, penggalian di dekat Alexandria menemukan mumi berusia 2.000 tahun dengan lidah emas. Mumi ini ditemukan oleh tim peneliti gabungan Mesir dan Dominika saat bekerja di Kuil Taposiris Magna, yang berada di pinggiran barat daya Alexandria, di pantai Mediterania Mesir. “Makam itu berisi beberapa mumi yang tidak diawetkan dengan baik, tetapi memiliki jimat berdaun emas berbentuk lidah,” tulis pernyataan resmi Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir, sebagimana dikutip laman DW . Lidah yang ditemukan di Taposiris Magna dimaksudkan untuk membantu almarhum berkomunikasi dengan Osiris dalam perjalanan menuju alam baka. Osiris adalah dewa kematian dan dunia bawah dalam kepercayaan Mesir Kuno.
- Ratu Mesir di Antara Temuan Baru Saqqara
MESIR mengumumkan penemuan baru di Situs Saqqara, selatan Kairo pada Sabtu, 16 Januari 2021. Sebanyak 54 sarkofagus kayu berwarna-warni dari periode Kerajaan Baru, yang berlangsung sejak sekira abad ke-16 hingga 11 SM, ditemukan di 22 lubang penguburan pada kedalaman 10-12 m. “Biasanya peti mati kayu dengan mumi di dalamnya adalah milik Kerajaan Lama, tetapi menemukan peti kayu dari Kerajaan Baru itu sendiri merupakan tambahan baru untuk Saqqara,” kata kepala Supreme Council of Antiquities (SCA), Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir, Mostafa Waziri kepada Xinhua. Ketua tim arkeolog, Zahi Hawass, menyebutkan pihaknya juga menemukan papirus sepanjang 4 m yang mewakili bab 17 dari Kitab Orang Mati ( Book of the Dead ). Kitab ini merupakan kumpulan mantra yang ditujukan untuk mengarahkan orang mati melalui dunia bawah di Mesir Kuno.
- 8 April 1970: Sekolah Dasar di Mesir Dibombardir AU Israel
HARI ini, 8 April 1970, 50 tahun silam. Ahmed Demeri, bocah berusia delapan tahun penduduk Desa Bahr El-Baqar di Sharqiyah, Mesir, bersama teman sebangkunya yang juga bernama Ahmed, pagi itu sedang antusias memperhatikan guru matematika menerangkan pelajaran. Saat tengah serius mengikuti pelajaran itulah pensil Demeri terjatuh. Demeri langsung membungkukkan badannya untuk mengambil pensilnya di bawah meja. Namun, dia tak sempat kembali ke posisi duduknya semula karena sesuatu yang mengerikan tiba-tiba mendatangi kelas dan sekolah mereka. Demeri tak ingat apa-apa lagi setelah membungkukkan badannya. Saat itu, Mesir dan negara-negara Arab sedang berperang melawan Israel dalam Perang Atrisi. Setelah kalah dari Israel dalam Perang Enam Hari (1967), pertempuran skala kecil antara negara-negara Arab dan Israel terus terjadi. Negara-negara Arab menetapkan kebijakan “Three nos”, yang menetapkan larangan perdamaian dengan Israel, larangan pengakuan terhadap Israel, dan larangan negosiasi dengan Israel sebagai prasyarat sebelum tindakan militer skala besar bisa diambil untuk merebut kembali Sinai Timur, wilayah Mesir yang direbut Israel.
- Mesir dan Kemerdekaan Indonesia
KAIRO, 10 April 1947. Seorang petugas imigrasi bertubuh tinggi tegap dengan kumis melintang menghadang empat pria berpakaian kumal, bersandal-sepatu lusuh yang memasuki pintu bandara. Petugas itu mengerenyitkan dahinya saat memeriksa paspor yang disodorkan empat pria tadi. Heran. Paspor yang diserahkan tak berbentuk buku kecil sebagaimana umumnya melainkan secarik kertas lecek dengan sejumlah keterangan kalau empat pria itu datang dari sebuah Republik bernama Indonesia. Belum habis rasa heran petugas itu, salah seorang yang bertubuh kecil, berkumis dan mengenakan kopiah meluncurkan keterangan, “ Mision diplomatique , dari Indonesia, sebuah negara baru di Asia,” katanya. Lelaki tua itu adalah Haji Agus Salim, the grand old man Republik Indonesia, Menteri Muda Luar Negeri sekaligus pemimpin delegasi.
- Purnawarman Raja Tarumanagara yang Perkasa
TARUMANAGARA hingga kini masih tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Masa kejayaannya terjadi di era Raja Purnawarman, yang bertakhta dari akhir abad ke-4 hingga pertengahan abad ke-5 Masehi. Namun, dari banyak temuan arkeologis hanya Purnawarman yang secara gamblang disebutkan namanya. Pada Prasasti Tugu memang terpahat nama lain, yakni Rajaresi, namun itu merupakan gelar bagi kakek Raja Purnawarman. “Bukti sejarah yang hingga sekarang sudah ditemukan, semuanya berhubungan dengan Purnawarman yang dapat diketahui bahwa ia berkuasa sekurang-kurangnya 22 tahun. Betapapun samar-samarnya, Purnawarman menyatakan bahwa ia mempunyai seorang kakek yang diberitakan dalam prasasti Tugu,” ungkap Ayatrohaedi dkk. dalam Kisah Tarumanagara dalam Naskah (Laporan Penelitian, 1988) .
- Mesir di Tangan Mubarak
“TURUN, turun. Turunkan Mubarak!” dan “rakyat harus mengakhiri kekuasaan rezim ini!” teriak massa yang marah di sekeliling masjid Al-Istiqama di Giza Square, Kairo, Mesir usai salat Jumat, 28 Januari lalu, sebagaimana dilaporkan BBC . Dalam hitungan menit, meriam air menghujani para demonstran. Diikuti bunyi dentuman keras ketika polisi menembakkan gas air mata. Orang-orang berlarian di sepanjang jalan, sambil menahan efek gas yang membuat mata mereka berair. “Biarkan dunia melihat apa yang terjadi di negeri ini,” teriak seorang laki-laki tua, ”kami tak akan berhenti… sampai pemerintahan ini tumbang.”
- Utusan Mesir Terdampar di Singapura
Mohamad Abdul Munim, konsul jenderal Mesir di Bombay, India, mengemban misi penting. Dia, bertindak atas nama Raja Farouk, membawa keputusan Liga Arab yang berisi anjuran kepada negara-negara anggota Liga Arab untuk mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Namun, perjalanannya nyaris hanya sampai Singapura. Dia tak memperoleh visa. Lalu dia mendengar Ktut Tantri ( Muriel Stuart Walker ), perempuan Skotlandia-Amerika yang membantu perjuangan Indonesia di masa revolusi, berada di Singapura. Pada suatu malam, dia mendatangi penginapannya.
- Alamudi Mata-mata Belanda
MESIR tercatat dalam sejarah sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah Mesir mengutus Konsul Jenderal Mesir di Bombay, India, Muhammad Abdul Mun’im datang ke Yogyakarta. Pada 14 Maret 1947 bertepatan dengan ulang tahun ke-23 kemerdekaan Mesir, Mun’im menghadap Presiden Sukarno untuk menyampaikan dukungan pemerintah Mesir dan Liga Arab kepada kemerdekaan Indonesia. Indonesia kemudian mengirim delegasi yang dipimpin Menteri Luar Negeri Haji Agus Salim untuk mengadakan kunjungan balasan ke Mesir. Anggota delegasi adalah Rasjidi, Mr. Nazir Pamoentjak, dan A.R. Baswedan, pemimpin Persatuan Arab Indonesia, yang kemudian menjabat wakil menteri penerangan, anggota BP KNIP, anggota parlemen dan konstituante, serta pahlawan nasional.





















