- 18 jam yang lalu
- 2 menit membaca
HARI ini dalam sejarah, 27 Maret 1968, Prof. dr. Wilhelmus Zakaria Johannes ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 06/TK/1968.
Wilhelmus Zakaria Johannes lahir di Termanu, Rote, Nusa Tenggara Timur pada 16 Juli 1895. Dia sepupu Prof. Dr. Ir. Herman Johannes (pejuang, ilmuwan, guru besar dan rektor UGM) dan paman dari Helmi Johannes (presenter berita dan produser eksekutif VOA Indonesia). Herman Johannes ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2009.
WZ Johannes lulus dari School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) atau Sekolah Dokter Bumiputra pada 1920. Setahun kemudian dia menjadi dosen di Nederlandsch-Indische Artsen School (NIAS) atau Sekolah Dokter Hindia Belanda di Surabaya. Setelah itu, pada 1930 dia bertugas di rumah sakit Muara Aman Bengkulu, Kayu Agung Sumatra Selatan, dan Palembang.
WZ Johannes kembali ke Batavia dan diangkat sebagai asisten dokter B.K. van der Plaats, guru besar radiologi, di Centrale Burgelijke Ziekenhuis (kini RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo). Pada 1935, dia dipindahkan ke Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting Semarang (kini RSUP Dr. Kariadi) dan berperan dalam pengembangan radiologi di sana.

Setelah mengabdi setahun di Semarang, WZ Johannes kembali ke CBZ Batavia dan sejak itu dikenal sebagai ahli radiologi pertama Indonesia. Pada 1939, dia diangkat sebagai anggota Volksraad (Dewan Rakyat) mewakili Keresidenan Timor.
Sebenarnya, dokter Indonesia pertama yang mengaplikasikan pemeriksaan radiologi di Rumah Sakit Semarang dan Surabaya adalah Notokworo. Namun, dokter Indonesia pertama yang mendapat ijazah roentgenoloog (ahli radiologi) adalah WZ Johannes.
Pada masa pendudukan Jepang, WZ Johannes mendirikan Badan Persiapan Persatuan Kristen (BPPK) bersama Dr. Sam Ratulangi, dr. Sitanala, dan lain-lain. Dia berkali-kali diancam ditembak tentara Belanda karena mengibarkan bendera Merah Putih di depan rumahnya. Dalam bidang politik, pada 1950 dia pernah menjadi Ketua Umum pertama Partai Kristen Indonesia (Parkindo).
WZ Johannes berjasa dalam mengembangkan radiologi di Indonesia. Guru besar radiologi pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini merintis Sekolah Asisten Roentgen (kini Akademi Penata Roentgen) pada 1946 dan Ikatan Ahli Radiologi Indonesia (kini Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia) pada 1952.
WZ Johannes pernah menjabat Rektor Universitas Indonesia pada Maret 1952, namun hanya enam bulan karena meninggal dunia di Belanda pada 4 September 1952. Jenazahnya dimakamkan di Indonesia.*













Komentar