top of page

A Journey to Greatness: Chess in Indonesia

Chess players are everywhere. Like fish in the ocean, they are easy to find. Yet, Indonesia's chess masters are like a needle in a haystack.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Illustration chess in Indonesia. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

6 Okt 2022
15 menit membaca

ON the seventh floor of Nusantara I Building of the House of Representatives of the Republic of Indonesia (DPR RI) in Senayan area, Jakarta, Utut Adianto was welcoming a guest. In a room with a large oval table situated in the center, some of his colleagues were taking a lunch break. Utut himself chose to sit in the smaller adjacent room where he carried his day-to-day responsibility as the Floor Leader of Indonesian Democratic Party of Struggle.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page