Diperbarui: 18 Okt
MEDIO Oktober 1945, ribuan massa dari Karawaci dan Sepatan bergerak ke kediaman bupati Tangerang Agus Padmanegara di Tangerang. Tujuan mereka satu: melengserkan sang bupati. Namun Agus sudah terlebih dahulu pergi menyelamatkan diri dan keluarganya ketika massa yang terbakar semangat revolusi itu datang mengepung rumahnya.
Beberapa hari sebelumnya, pada 18 Oktober 1945 bertempat di Curug, Achmad Chaerun mendeklarasikan dirinya sebagai "Bapak Rakyat". Dialah yang memerintahkan Soetedjo, pemimpin Badan Keamanan Rakyat (BKR) Tangerang, menggerakkan ribuan massa dari Karawaci dan Sepatan untuk melakukan aksi "daulat" terhadap Bupati Tangerang, Agus Padmanegara.
Sang bupati berhasil dilengserkan. Achmad Chaerun pun ditunjuk sebagai Bupati baru Tangerang. Seluruh Pamong Praja mulai dari bupati sampai lurah diberhentikan secara sepihak oleh Chaerun. Berbagai aksi rakyat dikonsolidasi hingga ke tingkat daerah guna membersihkan sisa-sisa pemerintahan lama. Hubungan kerjasama dengan pemerintah pusat di Jakarta juga diputus.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















