- 3 Mei 2018
- 3 menit membaca
Diperbarui: 13 Feb
LANGKAH Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menandatangani Deklarasi Panmunjom untuk Perdamaian, Jumat, 28 April 2018 membawa angin segar bagi kedua negara. Deklarasi itu menjadi lompatan besar untuk menutup konflik kedua negara yang berlangsung sejak Perang Korea (1950-1953).
Meski gencatan berhasil menghentikan perang itu, ia tak mampu mengakhiri konflik. Akibatnya, selama 65 tahun kedua negara selalu dibayangi curiga, waspada, dan siaga.
Perang Korea, hasil awal dari adu kuat blok Barat pimpinan Amerika Serikat (AS) dan blok Timur pimpinan Uni Soviet, bukan semata membuka Perang Dingin tapi juga menjadi ajang adu persenjataan, taktik, dan strategi militer pertama blok Timur melawan blok Barat. Kedua pihak menggunakan banyak persenjataan baru, memicu persaingan senjata kedua blok hingga 1990-an.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












