- 12 Okt 2019
- 4 menit membaca
Diperbarui: 3 Jun
SELAMA lebih dari 500 tahun, Pakuan Pajajaran berhasil menjaga ajaran Hindu tetap hidup di tatar Sunda. Puncaknya, di bawah kuasa Prabu Siliwangi –bernama asli Raden Pamanah Rasa atau Pangeran Jaya Dewata– Pajajaran menjadi Kerajaan Hindu-Budha terbesar di barat pulau Jawa.
Namun besarnya pengaruh Prabu Siliwangi di tatar Sunda tidak menjadi jaminan ajaran Hindu akan tetap bertahan di sana. Itu terbukti para leluhur Sunda gagal mewariskan keyakinan yang dianutnya itu kepada generasi setelahnya.
Antara Hindu dan Islam
Dikisahkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, pada 1422, Prabu Siliwangi mempersunting putri Ki Gedheng Tapa, Nyai Subang Larang. Peneliti Atje, dalam Tjarita Purwaka Tjaruban Nagari, menyebut Ki Gedheng Tapa sendiri adalah seorang penguasa tanah dan syahbandar Muara Jati yang tinggal di daerah kekuasaan Kerajaan Sunda Galuh.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















