- 5 Jul 2023
- 4 menit membaca
Diperbarui: 22 Feb
SUATU hari sekitar September 1946, sebuah patroli laut militer Belanda menangkap sebuah kapal dan menahan penumpangnya di perairan Sulawesi. Di antara penumpang yang ditangkap itu terdapat seorang pemuda belasan tahun. Namanya Andi Mo’mang.
Menurut Barbara Silas Harvey dalam Pemberontakan Kahar Muzakkar: Dari Tradisi Ke DI/TII, Andi Mo’mang kala itu dia hendak pergi ke Jawa. Dia bertekad bergabung dengan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Kala itu Kalimantan, Sulawesi, dan beberapa pulau di sekitarnya masih berada di bawah pendudukan tentara Belanda. Kekuatan RI baru menguat di Jawa dan Sumatra saja. Tertangkapnya Andi Mo’mang merisaukan Andi Gappa. Ia kala itu sudah jadi orang berpengaruh di daerah Bone. Selain anak bangsawan Kajuara di Bone, menurut buku Kami Perkenalkan, antara 1938 hingga 1946 Andi Gappa merupakan kepala swapraja Distrik Kajuara.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















