- 29 Okt 2023
- 7 menit membaca
Diperbarui: 3 jam yang lalu
RASA lelah dan kantuk langsung lenyap saat saya melihat Che Guevara dari kejauhan. Dia berdiri gagah. Sorot matanya tajam. Raut mukanya, yang dihiasi alis tebal dan jambang lebat, mengguratkan keteguhan sikapnya. Ia mengenakan baret dan seragam militer. Tangan kanannya menggenggam senjata, sementara lengan kiri yang terbalut perban menekuk ke perut.
Patung perunggu Che Guevara itu memiliki berat 20 ton dengan tinggi hampir tujuh meter. Sebuah monumen yang menjulang jadi pijakannya. Slogan Che yang terkenal terukir di bagian bawah monumen: Hasta La Victoria Siempre! (Sampai Menang untuk Selamanya!). Ketika saya mendekat, beberapa kuntum bunga segar dari pengunjung bergeletakkan di lantai.
Patung Che dan lima monumen, yang dibuat Jose Delarra dengan ukuran dan bentuk berbeda, menjadi pemandangan paling menonjol saat saya memasuki kompleks Museum dan Mausoleum Che Guevara di Santa Clara, ibu kota Provinsi Villa Clara, Kuba.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















