Diperbarui: 18 jam yang lalu
PADA 8 Oktober 1884, seorang bayi laki-laki lahir di Koto Gadang, Sumatra Barat. Dia diberi nama Masyudul Haq, nama seorang tokoh dari sebuah buku yang dibaca ayahnya, Sutan Mohammad Salim. Orang tuanya berharap anaknya itu kelak menjadi seorang yang sesuai dengan arti namanya: pembela kebenaran.
Bagaimana Masyudul Haq berubah menjadi Agus Salim?
Menurut sejarawan Asvi Warman Adam dalam H. Agus Salim (1884-1954): Tentang Perang, Jihad, dan Pluralisme, ketika Masyudul kecil, dia diasuh oleh seorang pembantu asal Jawa yang memanggil anak majikannya “den bagus” yang kemudian dipendekan menjadi “gus.” Kemudian teman sekolah dan guru-gurunya pun ikut memanggilnya “Agus”.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















