- 15 Mar 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 5 Apr
IKLAN menjadi salah satu strategi andalan dalam memasarkan produk atau jasa. Iklan dapat ditemukan di mana saja mulai dari televisi, radio, koran, hingga media sosial. Tak heran bila agen periklanan atau biro iklan bermunculan sebagai perantara bagi para pengiklan dan media massa.
Persaingan sengit membuat biro-biro iklan berlomba-lomba menawarkan strategi dan kampanye pemasaran yang kreatif dan inovatif untuk menarik minat para pengiklan. Bagaimana kisah di balik kemunculan para agen periklanan ini?
Menurut Fred K. Beard, profesor periklanan di University of Oklahoma dalam “A History of Advertising and Sales Promotion” yang termuat di The Routledge Companion to Marketing History, ditemukannya mesin cetak oleh Johannes Gutenberg membuka peluang bagi para penyedia barang maupun jasa untuk beriklan di media cetak. Di London misalnya, William Caxton disebut sebagai orang pertama yang mencetak apa yang kini diyakini sebagai iklan berbahasa Inggris pertama di Eropa. Iklan itu berisi promosi buku pertamanya. Sementara itu, iklan pertama yang diketahui dalam surat kabar, mengenai khasiat penyembuhan suatu tanaman, muncul di sebuah buku berita di Jerman pada 1591.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















