- 17 Mar 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 5 Apr
SEIRING terbitnya berbagai surat kabar di Indonesia, biro iklan pun bermunculan. Gambaranpekerjaan dan suka duka bekerja sebagai tukang cari advertensi ini pernah dikisahkan dalam majalah Minggu Pagi edisi 11 April 1954.
Hamid mengisahkan, pada suatu hari dia dimintai tolong oleh pamannya untuk memasangkan iklan perkawinan anaknya di surat kabar. “Aku tidak tahu berapa biayanya. Tapi bawa saja ini uang seratus rupiah. Kalau masih kurang, tolong ditambah dulu,” kata pamannya.
Hamid menghubungi surat kabar untuk memasang iklan pengumuman perkawinan tersebut. Rupanya biayanya sekitar 65 rupiah. Hamid mengembalikan sisanya, 35 rupiah kepada pamannya. Namun, sang paman memberikan sisa uang tersebut kepada Hamid.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















