top of page

Belanda Melarang Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia

Belanda melarang perayaan hari kemerdekaan Indonesia di wilayah yang didudukinya. Meski demikian, rakyat tetap merayakannya dengan mengakali larangan tersebut.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sukarno memberikan penghormatan kepada pawai kemerdekaan pada 18 Agustus 1945. (IPPHOS/ANRI).

17 Agu 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 12 Agu

KEMENANGAN Sekutu dalam Perang Dunia II memberi kesempatan kepada Belanda untuk kembali menguasai Indonesia yang belum lama memproklamasikan kemerdekaannya. Ketika pasukan Belanda yang membonceng tentara Sekutu kembali ke tanah air, sejumlah upaya dilakukan untuk merebut kembali wilayah jajahannya, salah satunya melarang perayaan kemerdekaan Indonesia di wilayah yang didudukinya.


Tak hanya Belanda, menurut sejarawan Richard McMillan dalam The British Occupation of Indonesia 1945-1946: Britain, the Netherlands and the Indonesia revolution, tantara Inggris (Sekutu)juga mengambil sikap tegas di Jawa dan Sumatra terhadap perayaan ulang tahun pertama proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1946.


“Pada tanggal 12 Agustus, Mayor Jenderal Hedley mengeluaran Instruksi Operasional kepada para komandan bawahannya yang menguraikan kebijakan Inggris tentang Hari Kemerdekaan Indonesia…Hedley memerintahkan para komandan bawahannya untuk mencegah parade, pawai, atau demonstrasi apa pun yang berlangsung di daerah pendudukan Sekutu pada 17 Agustus dengan patroli aktif,” tulis McMillan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page