top of page

Bentrokan Antar-Pelaku G30S di Penjara

Setelah G30S digagalkan, para pelaku ditahan. Dalam tahanan, seorang kolonel tak disukai oleh beberapa eks bintara. Ribut.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 17 Sep 2023
  • 2 menit membaca

Gerakan 30 September 1965, yang kata Orde Baru sebagai ulah PKI, dengan cepat digulung oleh Angkatan Darat yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Soeharto. Entah itu serdadu bawahan yang menculik di lapangan ataupun pemimpin gerakan seperti Letnan Kolonel (Letkol) Untung dan Kolonel Abdul Latief, semua disikat.


Dengan cepat Untung disidang dan dihukum mati sebelum tahun 1967. Setelahnya, sebelum 1969, para pelaku di lapangan yang kebanyakan berpangkat sersan, juga disidang dan di antaranya terkena hukuman mati. Para pelaku di lapangan umumnya anggota Batalyon Kawal Kehormatan  Resimen Cakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Sukarno. Komandan batalyon mereka adalah Letkol Untung. Anggota batalyon ini adalah pasukan pilihan dari batalyon elite Angkatan Darat di Jawa Tengah, Banteng Raider. Mereka yang dijatuhi hukuman mati itu kemudian ditempatkan di Penjara Cipinang, Jakarta Timur.


Namun, eksekusi hukuman mati rupanya tak disegerakan oleh Orde Baru. Gijadi, yang menembak Letnan Jenderal Ahmad Yani pada 1 Oktober 1965, hampir dua dekade mendekam di tahanan dan baru dieksekusi sekitar 1987. Begitu juga yang dialami Sukarjo. Keduanya sersan dari Resimen Cakrabirawa.



Sementara itu, Latif baru disidang setelah 1975. Dia tak dihukum mati karena saat itu Orde Baru sudah terpantau dunia internasional. Vonis hukumannya hanya  seumur hidup, tentu bertolak belakang nasibnya dengan para pelaku di lapangan seperti Satar, Soleman, dan lain-lain. Lantaran itulah tampaknya Latief tidak disukai oleh para anggota Cakra yang divonis hukum mati pada 1969.


“Orang-orang Tjakra ini nuduh Latief berkhianat. Nah Latief sempat dibalok (dipukul menggunakan kayu balok, red.) di Cipinang oleh Pak Leman,” kata Fauzi Isman, mantan personel Cakrabirawa yang pernah ditahan di Penjara Cipinang bersama Latief.



Pak Leman yang dimaksud Fauzi adalah Simon Petrus Solaiman. Menurut De Waarheid tanggal 15 Februari 1990 dan 21 Februari 1990, dia kelahiran Cepu tahun 1928 dan sersan dua di Cakrabirawa. Versi lain ada yang menyebut Prajurit Norbertus Rohayan alias Nurayan yang menghantam kepala Latif. Rohayan, yang lahir sekitar 1940, tergolong tahanan Cakrabirawa termuda.


Selain Rohayan dan Soleman, terdapat juga Johannes Surono, Paulus Satar Suryanto, Anastasiun Buang, Johannes Surono, Gijadi dan lainnya. Eks Sersan Satar adalah pemuka blok sebelum 1990. Entah apa yang membuatnya dipilih menjadi pemuka, sebab pangkatnya jauh lebih rendah daripada Latief.



Pada pertengahan Februari 1990, Buang, Rohayan Surono, Soleman,  dan Satar dieksekusi. Eksekusi itu membuat gusar dunia internasional yang mendorong menekan Republik Indonesia. Mau tak mau pemerintahan Orde Baru terpaksa menjadi lebih baik dalam memperlakukan para tahanan.


Ketika keadaan agak manusiawi terhadap tahanan politik itulah para aktivis Partai Rakyat Demokrat (PRD) masuk ke Cipinang. Mereka ditahan akibat Peristiwa 27 Juli 1996. Salah satu dari mereka adalah Wilson. Ketika Wilson masuk, pemuka blok ekstrim kiri adalah Kolonel Latief. Dia menggantikan Satar. Jadi seorang kolonel menggantikan sersan. Seperti Satar, Latief juga memperoleh hormat sebagai pemuka blok.


“Dia ketua blok di sana. Orang yang dituakan, dihormati juga oleh napi-napi yang lain baik kriminil juga oleh para petugas di penjara Cipinang, juga oleh napol-napol yang lain,” kata Wilson menerangkan soal Latief.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Soekaesih menulis brosur tentang pengalaman pahit sebagai tahanan politik di Boven Digoel. Dia berkeliling kota di Belanda untuk membagikan pengalamannya. Menuntut penutupan kamp konsentrasi itu dan pembebasan para tapol.
bg-gray.jpg
Sebuah klub sepakbola yang kuat lahir dari komunitas Arab di Pekalongan. Diperhitungkan dalam kancah sepakbola di pantai utara Jawa dan bahkan pernah merengkuh juara.
bg-gray.jpg
Istilah tante girang populer pada 1970-an kendati sudah menggejala dua dekade sebelumnya. Sastra populer merekamnya sebagai potret sosial.
bg-gray.jpg
Despite the mixed reactions, telenovelas continue to dominate Indonesian television. The heyday of these Latin American soap operas ultimately came to an end as viewers grew tired of them and switched to Mandarin and Korean dramas.
Tokeitai umumnya terkenal kejam. Namun ada yang baik di kamp perempuan meski sadis di kamp laki-laki seperti Sersan Yamadji.
Tokeitai umumnya terkenal kejam. Namun ada yang baik di kamp perempuan meski sadis di kamp laki-laki seperti Sersan Yamadji.
VOC mengeksekusi 10 orang Inggris, 10 tentara bayaran Jepang, dan 1 orang Portugis yang dituduh berencana menyerang Benteng Victoria di Ambon tahun 1623.
VOC mengeksekusi 10 orang Inggris, 10 tentara bayaran Jepang, dan 1 orang Portugis yang dituduh berencana menyerang Benteng Victoria di Ambon tahun 1623.
Nh. Dini sejak kecil sudah perhatian dengan nasib para perempuan yang harus tunduk kepada keluarganya dan yang ingin menentukan nasibnya sendiri. Melalui sastra, ia curahkan pergulatan-pergulatannya.
Nh. Dini sejak kecil sudah perhatian dengan nasib para perempuan yang harus tunduk kepada keluarganya dan yang ingin menentukan nasibnya sendiri. Melalui sastra, ia curahkan pergulatan-pergulatannya.
Bertentangan dengan pola hidup sederhana, perayaan ulang tahun di kalangan pejabat negara dilarang pada masa Orde Baru. Termasuk larangan diadakan di hotel mewah.
Bertentangan dengan pola hidup sederhana, perayaan ulang tahun di kalangan pejabat negara dilarang pada masa Orde Baru. Termasuk larangan diadakan di hotel mewah.
Dianggap sebagai bapak pendiri Cape Town, Jan van Riebeeck membuka pemukiman kulit putih di Afrika Selatan.
Dianggap sebagai bapak pendiri Cape Town, Jan van Riebeeck membuka pemukiman kulit putih di Afrika Selatan.
Rekaman suara rintihan arwah yang tersesat tidak hanya membuat pasukan Viet Cong tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi mental pasukan Amerika Serikat dan penduduk sipil.
Rekaman suara rintihan arwah yang tersesat tidak hanya membuat pasukan Viet Cong tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi mental pasukan Amerika Serikat dan penduduk sipil.
transparant.png
bottom of page