top of page

Sebelum Satar Dieksekusi

Satar memimpin penculikan Jenderal S. Parman dalam peristiwa G30S 1965. Karenanya dia dihukum mati.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Adegan Jenderal S. Parman saat menemui pasukan Tjakrabirawa yang dipimpin Satar. (Tangkapan layar Film Pengkhianatan G30S/PKI).

2 Okt 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 16 Apr

MESKI hanya seorang bekas sersan mayor (Serma), di dalam Penjara Cipinang Satar menjadi pemuka blok ekstrim kiri. Padahal di blok itu ada bekas menteri dan seorang kolonel yang dulu menjadi atasannya. Satar di Cipinang karena keterlibatannya dalam Gerakan 30 September 1965. Satar terlibat dalam penculikan para jenderal.


Satar bin Atmodimedjo lahir di Jatiguni, Malang, sekitar 1931. Prajurit Angkatan Darat itu merupakan komandan Peleton II Kompi C Batalyon Kawal Kehormatan I Resimen Tjakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Sukarno. Komanda batalyonnya adalah Letnan Kolonel Untung.


Buku Gerakan 30 September di Hadapan Mahmillub 2 di Jakarta: Perkara Untung  menyebut, Satar tinggal di Asrama Tjakrabirawa Tanah Abang II, Jakarta. Sebagai seorang bawahan, Serma Satar tak tahu suhu politik nasional, apalagi intrik di dalamnya, terik pada 1965. Dia hanya tahu jiwa-raganya dipertaruhkan untuk keselamatan presiden.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page