- 20 Apr 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 1 Mei
SATU per satu prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur di Papua. Setelah Prajurit Satu Miftahul Arifin ditemukan jasadnya, tim gabungan TNI-Polri kembali menemukan tiga jenazah prajurit lain yang gugur diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Disrtik Mugi-Mam, Nduga, Papua, 15 April 2023.
Akibat serangan itu, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meningkatkan status di Papua menjadi Siaga Tempur di wilayah-wilayah dengan kerawanan tinggi. Pendekatan soft approach yang dipilih selama ini dinilai mantan KSAL itu tidak efektif.
Salah satu faktor terpenting yang membuat KKB sulit ditaklukkan adalah kondisi geografis. Sebagaimana dialami para prajurit TNI terdahulu, musuh utama para prajurit bukanlah prajurit lawan melainkan alam. Alam Papua, terutama di bagian tengah, yang pegunungan dengan selimut hutan lebat membuat siapapun leluasa bersembunyi tanpa mudah diketahui.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















