top of page

Berbeda-beda ORIDA Tetap Satu Juang

Daerah menerbitkan uang lokal dengan beragam bentuk dan ciri. Punya tujuan sama: menegakkan kedaulatan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Uang yang beredar pada masa revolusi tahun 1947. (Cas Oorthuys/geheugen.delpher.nl).

10 Okt 2020
6 menit membaca

Diperbarui: 21 Feb

SEJAK setelah resmi diterbitkan dan diedarkan pada 30 Oktober 1946, Oeang RepubIik Indonesia (ORI) mengalami hambatan yang tak sedikit. NICA berupaya mempersempit peredaran ORI atau “uang putih”. Mereka menutup jalan perbatasan dan merazia setiap pembawa “uang putih” di banyak wilayah Jawa dan Sumatra.


Peredaran “uang putih” pun mampat. Ini membuat pemenuhan gaji pegawai dan anggaran perjuangan terganggu. Tapi rakyat Republik tak hilang akal.


“Mereka bekerja keras menerbitkan Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA) sebagai alat tukar sementara,” kata Suwito Harsono, kolektor ORIDA, pakar numismatik, dan penulis buku ORIDA: Oeang Republik Indonesia Daerah 1947-1949.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Sikap pujangga terlihat dari karya sastra yang dihasilkannya. Ada yang mengabdi kekuasaan, ada yang melawan penjajahan.
Sikap pujangga terlihat dari karya sastra yang dihasilkannya. Ada yang mengabdi kekuasaan, ada yang melawan penjajahan.
transparant.png
bottom of page