top of page

Berita Proklamasi Bergema dari Australia ke Papua

Gaung proklamasi kemerdekaan Indonesia di bagian timur lebih dulu ditangkap para pemuda di Australia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Aksi dukungan untuk Indonesia merdeka di Australia. Foto: http://stories.anmm.gov.au

  • 14 Agu 2017
  • 2 menit membaca

Kabar proklamasi kemerdekaan Indonesia ternyata tidak terlalu lama sampai ke Australia. Mohamad Bondan, salah satu eks tahanan politik Boven Digul yang bermukim di Melbourne (Australia), sudah mendengarnya pada 18 Agustus 1945.


Lewat siaran radio Republik Indonesia di Bukittinggi, Sumatra Barat, Bondan mendengar kabar gembira itu. Setelah mendapat kepastian, ia lantas menerjemahkan isi berita itu ke dalam bahas Inggris dan menyebarkannya ke seluruh Australia.


“Bersama Arif Siregar, saya menerjemahkannya dengan bantuan seorang warga Australia yang berprofesi sebagai guru,” ungkap Bondan dalam Memoar Seorang Eks-Digulis: Totalitas Sebuah Perjuangan.


Namun, pemerintah Hindia Belanda yang tengah mengungsi di Australia (menyusul serbuah militer Jepang pada 1942) menghalang-halangi upaya tersebut. Dengan sekuat tenaga, mereka berusaha menyembunyikan kabar itu lewat penyensoran sejumlah surat kabar dan siaran radio lain di Australia.


Upaya itu justru mendapat perlawanan sengit dari para pemuda Indonesia dan warga Australia yang simpati terhadap kemerdekaan Indonesia. Karena berita itu, sejumlah pekerja asal Indonesia melakukan mogok kerja. Seperti yang dilakukan 85 pekerja Kapal KPM Bontekoe (kapal yang akan berlayar ke Indonesia dengan membawa sejumlah keperluan militer Belanda), pada 21 September 1945.


Pada hari yang sama, di kota Brisbane lahir Komite Indonesia Merdeka (KIM), sebagai kelanjutan upaya mempertahankan proklamasi Indonesia. Dengan antusias, para aktivis pro kemerdekaan RI mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih di seluruh kota. “Sebagian bendera diarak keliling sambil meneriakan dukungan kepada 85 pelaut yang tengah menggelar aksi mogok tersebut,” ujar Bondan.


Keesokan harinya, aksi mogok kerja menular ke sejumlah kota lain di Australia. Di Sydney,Melbourne dan Selandia Baru, aksi mendukung kemerdekaan Indonesia kian marak. Berita pemogokan semakin meluas lantaran disiarkan dalam bahasa Inggris oleh Molly Warner (kelak menjadi istri Mohamad Bondan). Dampaknya, Sekutu pun tak lagi bisa membendung arus berita proklamasi dan sejumlah kabar situasi di Indonesia.


Penyebarluasan berita proklamasi juga disebarkan IPEA (Indonesian Political Exile Association). “Pamflet yang memberitakan proklamasi diterbitkan IPEA dengan ditandatangani Ahmad Soemadi, Ketua SIBAR (Sarikat Indonesia Baru) Cabang Mackay,” ungkap Soewarsono dkk dalam Jejak Kebangsaan: Kaum Nasionalis di Manokwari dan Boven Digoel.


Pamflet-pamflet itu juga lantas ikut tersebar ke Merauke, Irian Barat (kini Papua). Dari sinilah gema proklamasi itu diketahui para aktivis pergerakan nasional Indonesia asal Irian, seperti Silas Papare, Marthin Indey, hingga Frans Kaisiepo. Lewat mereka masyarakat Papua kemudian mengetahui berita proklamasi.


Untuk merespon berita itu, pada 31 Agustus 1945, sejumlah aktivis Papua pro Indonesia merdeka menggelar upacara pengibaran bendera merah putih. Momen ini yang kemudian dikenang sebagai Insiden Bendera di Bumi Cendrawasih.


Onnie Lumintang dkk dalam Biografi Pahlawan Nasional Marthin Indey dan Silas Papare menyebutkan, awalnya pada waktu itu NICA (Pemerintahan Sipil Hindia Belanda) akan merayakan hari ulang tahun Ratu Belanda Wilhelmina dan memerintahkan rakyat Papua untuk mengibarkan bendera merah putih biru Belanda.


Alih-alih menururuti perintah tersebut, masyarakat Papua justru mengibarkan bendera merah putih di pucuk tiang, sementara bendera Belanda dan Amerika Serikat dikibarkan setengah tiang. “Itu cermin manifestasi gejolak hati putra-putra Irian Barat untuk menghirup alam kemerdekaan Indonesia,” tulis Onnie Lumintang.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berada di dalam pusaran kontroversi penyusunan RUU Perkawinan. Berbuah manis walau penuh kompromi.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
bg-gray.jpg
Para pengikut Tan Malaka dihadapkan ke pengadilan. Mereka didakwa melakukan penculikan Sutan Sjahrir dan berupaya menggulingkan pemerintahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was born into a prominent noble family. Yet, she chose the path of struggle.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Jadwal laga-laga akbar sepakbola kacau gegara virus corona, sebagaimana yang terjadi seabad silam.
Jadwal laga-laga akbar sepakbola kacau gegara virus corona, sebagaimana yang terjadi seabad silam.
Film yang kontekstual terkait kesenjangan sosial. Mendatangkan penghargaan Cannes seiring perayaan 100 tahun perfilman Korea.
Film yang kontekstual terkait kesenjangan sosial. Mendatangkan penghargaan Cannes seiring perayaan 100 tahun perfilman Korea.
Ketika pemerintah Hindia Belanda tak mampu menghadapi gelombang pandemi Flu Spanyol secara menyeluruh, para sinshe muncul sebagai penyelamat.
Ketika pemerintah Hindia Belanda tak mampu menghadapi gelombang pandemi Flu Spanyol secara menyeluruh, para sinshe muncul sebagai penyelamat.
Usaha memutihkan kulit sudah dilakukan sejak lama. Ada risiko kesehatan yang mengintai.
Usaha memutihkan kulit sudah dilakukan sejak lama. Ada risiko kesehatan yang mengintai.
Ini tentang simbol profesi medis, awal mula apotek, larangan eksperimen bedah hewan, inseminasi buatan, cangkok jantung, dan golongan darah.
Ini tentang simbol profesi medis, awal mula apotek, larangan eksperimen bedah hewan, inseminasi buatan, cangkok jantung, dan golongan darah.
transparant.png
bottom of page