- 7 Okt 2021
- 2 menit membaca
Diperbarui: 27 Apr
PEJABAT temperamental pernah bikin Wakil Presiden Mohammad Hatta tercengang. Sosok yang dimaksud Bung Hatta ialah Amir Sjarifoeddin. Di masa revolusi, Bung Hatta dan Amir berkolega dalam pemerintahan. Di masa awal kemerdekaan, Hatta menjadi wakil presiden sementara Amir menjabat menteri penerangan yang pertama.
Rekanan dalam pemerintahan berlanjut sampai tahun 1948. Hatta tetap menjadi wakil presiden sementara Amir menjabat sebagai perdana menteri merangkap menteri pertahanan. Namun, Amir gagal mempertahankan kabinetnya setelah Perjanjian Renville. Setelah mengembalikan mandat kekuasaan, Amir berada di luar pemerintahan sebagai oposisi.
Amir kemudian memimpin Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang kemudian membawanya terlibat dalam Peristiwa Madiun. Sementara itu, Hatta menggantikan Amir sebagai perdana menteri dan membentuk Kabinet Hatta I. Keadaan demikian menyebabkan Amir dan Hatta saling berhadap-hadapan sebagai lawan politik.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















